by

Dada Rosada, Bandung, dan Kerinduan Warga

BandungKita.id, KOTA BANDUNG – Pascabebas dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung pada Jumat, 26 Agustus 2022 lalu, Dada Rosada, mulai kembali ke kediamannya di Jalan Setrasari, Setiabudi. Warga pun berbondong-bondong datang ke alamat tersebut untuk melepaskan kerinduan terhadap mantan Wali Kota Bandung dua periode tersebut.

Awal kerinduan warga pecah terhadap Dada ketika melangkah keluar dari Lapas Sukamiskin. Warga yang telah menunggu sejak Jumat pagi itu, menyambut antusias mantan pemimpinnya setelah mendekam dibalik jeruji hampir 10 tahun.

Suasana penyambutan sang mantan kepala daerah tersebut pun terus berlanjut hingga beberapa hari di kediaman kawasan Setiabudi. Dada pun dengan semringah menyambut warga yang ingin bersilaturahmi secara langsung, seakan hal itu membangun kembali memori saat menjadi Wali Kota Bandung.

Suasana pun makin riuh, ketika emak-emak berbondong-bondong datang memadati setiap sudut kediaman Dada. Bahkan, pelataran parkir kendaraan pun tak mampu menampung kehadiran warga yang antusias untuk bersilaturahmi secara langsung dengan Dada.

Nampak diluar, beberapa orang coba mengatur lalu lintas serta kendaraan yang hendak parkir saking semakin banyaknya warga berdatangan. Mereka datang, seolah tak alergi akan pasal yang disematkan terhadap Dada sehingga harus divonis selama 10 tahun.

Bagi mereka, warga yang berdatangan, tentu Dada merupakan sosok kepala daerah yang panutan, yang kerap hadir dan turun ke lapangan. Hal itu pun dirasakan oleh para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, yang berdatangan untuk bersilaturahmi, tentunya saat jam kerja atau tugas berakhir sebagai abdi negara.

Bahkan beberapa legenda hidup Persib seperti Indra Thohir, Asep Somantri, hingga mantan pelatih Maung Bandung Djadjang Nurdjaman, serta Robby Darwis turut bersilaturahmi secara langsung meluapkan kerinduan dan berbincang mengenai perkembangan sepakbola di tanah air, tentunya Persib.

Suasana tersebur, tentu mencerminkan betapa besarnya kerinduan teman, kerabat, warga terhadap sosok Dada yang dinilai akrab saat mendapat amanah sebagai pemimpin.

Meskipun, Dada yang dinilai menjadi korban politikdi Jabar, tentu tak bisa dianggap sebelah mata perannya dalam memberikan kebijakan untuk pembangunan Kota Bandung. Hadirnya Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga pusat kota Alun Alun yang kini menjadi ikon Kota Bandung, tak lepas peran atas kebijakan Dada menyusun program termasuk anggaran yang harus disiapkan untuk pemimpin selanjutnya pada saat itu, yakni Ridwan Kamil.

Kini, Dada pun sudah menghirup udara bebas meski masih wajib lapor hingga 8 September nanti. Usai itu, Dada pun kembali, hadir kembali, datang kembali, sebagai warga Kota Bandung.

Comment