Ade Zakir Akan Dilantik Jadi Pj Bupati KBB Sore Ini di Gedung Sate

KBB45520 Views

BandungKita.id, KBB – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ade Zakir akan dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat di Gedung Sate Bandung, Sabtu (15/6/2024) sore ini.

Ade Zakir akan menggantikan Pj Bupati KBB sebelumnya Arsan Latief yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek Pasar Sindangkasih, Cigasong, Kabupaten Majalengka oleh Kejati Jabar.

Penunjukkan Ade Zakir sebagai Pj Bupati Bandung Barat tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pj Gubernur Jabar Nomor 100.2.1.3/4513/OTDA serta Keputusan Mendagri (Kepmen) Nomor 100.2.1.3-1308 tahun 2024 tentang pengangkatan Pejabat Bupati Bandung Barat.

Baca Juga:

Surat tersebut ditujukan untuk Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin yang berisi instruksi untuk segera melantik Ade Zakir sebagaimana telah tercantum dalam Kepmen Nomor 100.2.1.3-1308 tahun 2024 tentang pengangkatan Pejabat Bupati Bandung Barat.

“Sehubungan dengan hal tersebut, diminta kepada Saudara untuk segera melaksanakan pelantikan terhadap Saudara Ade Zakir Hasim ST, sebagai Penjabat Bupati Bandung Barat sesuai ketentuan perundang-undangan,” tulis surat Kemendagri yang ditandatangani oleh PLH Sekretaris Ditjen Otda Kemendagri, Suryawan Hidayat.

Selanjutnya, Suryawan juga meminta Bey Machmudin untuk menyampaikan Berita Acara dan Laporan Pelaksanaan Pelantikan kepada Menteri Dalam Negeri dalam laporan tertulis.

Pelantikan Pj Bupati Bandung Barat sendiri akan rencananya akan dilaksanakan di Gedung Sate Kota Bandung, pada Sabtu 15 Juni 2024 sekira pukul 16.00 WIB.

Baca Juga:

Dalam surat undangan pelantikan Pj Bupati KBB yang diterima BandungKita.id, selain mengundang keluarga Ade Zakir, Bey Machmudin juga mengundang Ketua DPRD KBB, Kapolres Cimahi, Dandim, dan jajaran Pemkab Bandung Barat lainnya.

Sebagai informasi, Arsan Latief ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jabar dalam kasus dugaan korupsi proyek Pasar Sindangkasih, Cigasong, Kabupaten Majalengka, pada Rabu 5 Juni 2024 lalu.

Arsan Latif ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI. Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan secara sistematis dalam kegiatan bangun guna serah (Build, Operate and Transfer/BOT) Pasar Sindang Kasih Cigasong Kabupaten Majalengka.

Kejati menyebut Arsan Latif melakukan pengkondisian terhadap PT PGA supaya memenuhi syarat dalam proses lelang investasi dengan skema Bagung Guna Serah atau Build, Operate and Transfer (BOT) di Pasar Sindangkasih, Cigasong, Majalengka.

Selain mengkondisikan perusahaan pemenang lelang investasi, Arsan Latif diduga menerima sejumlah uang melalui transfer ke rekening pribadinya dan keluarganya untuk mengganti keperluan selama pengurusan dalam pembuatan Peraturan Bupati Majalengka tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Mitra Pemanfaatan Barang Milik Daerah Berupa Bangun Guna Serah.(M.Zezen/BandungKita.id)

Comment