DPRD KBB Apresiasi Kolaborasi Satpol PP dan Warga Tata Kawasan Permata

KBB122470 Views

Bandungkita.id, NGAMPRAH – DPRD Kabupaten Bandung Barat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan antara Satpol PP dengan warga dalam menata kawasan Permata, Desa Ngamprah, Kecamatan Tanimulya. Bangunan liar diatas saluran airbyang menjadi pemandangan pun kini sudah tak nampak berkat aksi warga secara gotong royong melakukan pembersihan.

Berdasarkan pantauan Bandungkita.id, sebagian besar bangunan liar yang berada di RW 06 dan RW 14 yang biasa digunakan untuk berjualan telah berangsur dibongkar secara swadaya. Bahkan sudah tidak ada lagi bangunan liar yang masuk kawasan RW 14 ke arah Bukit Permata.

“Memang berbeda! Saya bener bener baru bisa melihat jalan kita yang kemarin di penuhi bangunan liar terutama depan Borma, sampai arah bukit saya lihat berbeda, sekarang terlihat ada ruang yang serasa terang,” ujar Budi salah satu warga Permata kepada Bandungkita.id, Kamis (22/5/2025).

Lebih jauh Budi menuturkan momentum tersebut menurutnya sangat langka terjadi di Permata. Perubahan tersebutpun diyakininya akan membawa dampak positif dalam penataan kawasan Permata.

“Semangat dan kesadarannya patut diapresiasi, Warga dan para pedagang disini tentunya sama sama memiliki hubungan emosional, semoga saja ada solusi agar pedagang dan warga yang sudah berinterakai lama itu tetap berjalan dan berjualan ditempat yg lebih layak,” sambungnya

VIDEO PILIHAN

WARGA SOROTI AKSES JALAN YANG DIGUNAKAN BORMA JADI LAHAN PARKIR

Masih ditempat yang sama, Imam (52) salah seorang pengurus pedagang di RW 14 (permata), menyambut baik Sosialisasi yang dilakukan oleh Satpol PP sehingga dia bersama pedagang lain dengan sadar dan sigap membongkar bangunan semi permanen sebelum tengat waktu yang diberikan Satpol PP habis.

“Kami sadar dan tidak harus menunggu sampai lama, disurat Peringatan pertama kami sudah membereskannya, karena itu aturan dan kita disini mengerti” ujarnya.

Pria asal Banyuwangi ini pun menyampaikan keinginannya tentang rencana mengajukan lokasi berjualan kepihak Toserba.

“Kawan-kawan pedagang masih berharap ada solusi secepatnya agar bisa berdagang lagi, rencananya mau coba tanya ke Toserba Borma, bahkan mau mendorong Pemda KBB memfasilitasi kami mempertanyakan Pelataran parkir depan itu apakah asetnya atau akses jalan warga, itu tolong di sampaikan kang ke oemda” pintanya kepada Bandungkita, seraya menunjukan jalan yang terpotong karena dipagari toserba yg dimaksud.

ARTIKEL PILIHAN

TANGGAPAN DPRD KBB

Sementara itu Ketua Komisi I DRPD KBB, Sandi Supyandi menyampaikan, penataan wilayah di RW 06 dan RW 14 sebagai bentuk aksi nyata kepedulian warga bersama dengan Satpol PP dapam menjaga fungsi utama area tersebut. Karena bangunan liar yang dibangun diatas aliran sungai dinilai melanggar Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Kinerja Satpol PP adalah bukti nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat dapat membawa perbaikan signifikan pada ruang publik. Perbaikan yang kita lihat di lapangan ini menjadi langkah awal penting dalam tata kelola pemerintahan yang responsif dan berdaya guna,” kata Sandi kepada Bandungkita.id.

Sandi menuturkan, yang dilakukan Satpol PP dalam menegakan aturan dan disambut dengan baik oleh warga, merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Terlebih kawasan tersebut bertahun-tahun berdirinya bangunan liar di atas saluran air, namun saat ini mengalami perubahan yang signifikan.

ARTIKEL PILIHAN

Lebih lanjut, Sandi pun mengajak instansi lain yang terkait seperti halnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perumahan Dan Permukiman, Badan Keuangan dan Aset Daerah dan Dinas Perhubungan di Kabupaten Bandung Barat untuk mengoptimalkan peran sesuai tugas dan fungsinya.

Menurut Sandi, perbaikan infrastruktur hanyalah sebagian dari potensi yang harus digarap secara maksimal guna mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Pendapatan daerah tidak hanya bersandar pada fasilitas fisik, tetapi juga dari potensi ekonomi dan pelayanan publik yang harus kita galang bersama. Melalui integrasi lintas sektor, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Permata,” tegasnya.

Dihubungi terpisah Kepala Satpol PP KBB, Ludi Awaludin mengatakan, penegakan aturan yang dilakukan tersebut berasal dari keluhan warga Permata atas kehadiran bangunan liar diatas saluran air. Diakui Ludi, atas perintah pimpinan, pihaknya melakukan pendekatan secara humanis terhadap serta berkomunikasi aparatur setempat terutama forum ketua RW di Permata terkait penataan kawasan tersebut.

“Kami menindaklanjuti adanya keluhan dari masyarakat, dan atas izin serta arahan dari pimpinan, kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dibarengi dengan pendataan bangunan-bangunan liar tersebut. Alhamdulillah, warga dan RW setempat sangat terbuka dan bergotong-royong untuk penduli menata wilayahnya,” ucap Ludi. (Dhomz/Ron/Bandungkita.id)

Comment