Gedung GGM Terlambat Diserahterimakan ke Pemkot Bandung, Wakil Wali Kota : Kita Lihat Oktober

Pembangunan Harusnya Rampung Desember 2018

 

BandungKita.id, BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau Gedung Gelanggang Generasi Muda (GGM) di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019) siang. Bangunan di bawah tanggung jawab Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung itu terlambat diserahterimakan oleh pihak kontraktor kepada Pemkot Bandung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BandungKita.id, adalah Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung saat itu yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung GGM tersebut. Bangunan yang diperuntukkan untuk kegiatan kepemudaan itu seharusnya sudah rampung dikerjakan pada 28 Desember 2018 lalu sesuai kontrak dengan Pemkot Bandung.

Namun gedung yang memiliki empat lantai ini baru rampung dikerjakan beberapa waktu lalu. Saat ini, Gedung GGM masih dalam tahap pemeliharaan pihak kontraktor pelaksana.

Yana yang mengenakan pakaian olahraga warna putih dan biru tampak didampingi sejumlah pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung dan pihak kontraktor. Ia tampak berkeliling memeriksa kondisi Gedung GGM.

Gedung GGM di Jalan Merdeka, Kota Bandung (Mufti Aziz/BandungKita.id)

 

Yana terlihat memasuki setiap ruangan di empat lantai Gedung GGM. Ia juga tak sungkan naik ke rooftop, toilet, tangga darurat dan fasilitas pendukung lainnya di Gedung GGM karena ingin mengetahui kondisi riil gedung yang banyak melahirkan para pemuda hebat tersebut.

Ia juga beberapa kali berhenti cukup lama ketika melihat beberapa bagian gedung yang dinilainya kurang bagus, kotor atau tidak berfungsi dengan baik.

Walau pembangunan dan agenda serah terimanya sudah terlambat beberapa bulan, Yana ternyata masih menemukan sejumlah kekurangan di Gedung GGM.

“Ya kelihatannya masih ada beberapa yang harus dilengkapi supaya bisa operasional diantaranya lantai atas itu hostel, interior juga masih banyak yang kurang. Mudah-mudahan (segera selesai) supaya ini bisa segera difungsikan,” kata Yana kepada BandungKita.id usai peninjauan Gedung GGM, Selasa (10/9/2019).

BACA JUGA :

LIPUTAN KHUSUS Bag-1 : Pengelola Pasar Andir, Misteri Uang Service Charge dan Isu Investasi di Kota Bandung

 

 

Pemkot Bandung Bakal Gelar Bandung Agri Market 15 September 2019

 

Disinggung mengenai keterlambatan pihak kontraktor menyerahterimakan Gedung GGM kepada Pemkot Bandung, Yana mengaku kurang mengetahuinya.

“Saya teknis mah enggak hafal ya, belum hafal. Saya hanya lihat kondisi aja. Tapi Oktober ini (serah terima), insya Allah,” ujar Yana.

Yana juga tampak kurang puas dengan progres pembangunan Gedung GGM yang sudah menghabiskan anggaran Rp 16 miliar tersebut. Namun, kata dia, hal itu wajar karena gedungnya memang belum selesai 100 persen dan masih dalam tahap pemeliharaan pihak kontraktor.

“Kita lihat nanti pada saat serah terima seperti apa. Insya Allah Oktober,” jelasnya.

Nantinya, kata dia, Gedung GGM akan difungsikan sebagai kegiatan kepemudaan. Gedung ini memiliki empat lantai dengan rincian lantai dasar digunakan sebagai tempat parkir, lantai dua sebagai sekretariat dan perkantoran, dan lantai tiga dan empat untuk gedung pertemuan, kegiatan dan penginapan yang terdiri atas 18 kamar seluas 3×4,5 meter. Di tiap lantai juga ada fasilitas musala.

“Sayang kalau gedung ini tidak termanfaatkan maksimal. Gedung ini kan punya nilai historis bagi pemuda dari masa ke masa. Saya juga pernah jadi bagian dari kepemudaan, jadi aktivis pemuda lahir dari sini ,” sebut politisi Gerindra tersebut.

Gedung GGM di Jalan Merdeka, Kota Bandung terlambat diserahterimakan pihak kontraktor ke Pemkot Bandung (Mufti Aziz/BandungKita.id)

 

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Dispora Kota Bandung, tambah Yana, agar bisa berfungsi maksimal dengan fasilitasnya yang lengkap, Gedung GGM masih memerlukan suntikan dana hingga Rp 12,5 miliar.

“Untuk menyelesaikan lantai atas yaitu penginapan termasuk lift, furnitur, genset dan interior lainnya agar beroperasi dengan baik, kita masih butuh Rp 12,5 miliar,” ungkap Yana.

Yana mengaku belum mengetahui apakah kebutuhan anggaran untuk Gedung GGM tersebut dapat dianggarkan di APBD Perubahan atau APBD murni 2020.

“Nanti kita lihat lah (apakah di APBD Perubahan atau murni), ini kan saya juga baru tahu kebutuhannya,” ujarnya sambil berjalan menuju mobilnya. (M Zezen Zainal M)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment