Terkait Sanksi Untuk Rektor, Anggota DPR RI Sebut Menristekdikti Otoriter

BandungKita.id, BANDUNG – Anggota DPR RI, Dede Yusuf Effendi menilai pernyataan menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi Muhammad Nuh dinilai otoriter.
Hal tersebut terkait dengan ungkapan menarik teks tentang sanksi bagi Rektor yang memberangkatkan mahasiswanya untuk berunjuk rasa di Jakarta.

“Saya kira, saya kurang setuju. Menurut saya Menristekdikti itu terlalu menggunakan sifat otoriternya itu, kalau kayak gitu kan sama aja dengan menggunakan kewenangan yang terlalu berlebihan. Menurut saya tidak usah,” kata Dede Yusuf usai mengisi kegiatan di UIN Bandung, Sabtu (28/9/2019).

Dede Yusuf meminta agar persoalan memberangkatkan mahasiswa untuk berunjuk rasa ke Jakarta merupakan kewenangan dari pihak internal kampus D menyebut setiap kampus punya aturan dan haknya masing-masing dalam menyampaikan aspirasi.

BACA JUGA:

Seni Kriya Limbah Nanas Terpilih Jadi 10 Karya Terbaik

 

“Serahkan kepada kampus masing-masing, aja kampus punya aturan main kayak di (UIN Bandung) sinikan punya rektor, punya kewenangannya begitu cukup kewenanganya diberikan kepada rektor,” tegas Dede.

Sementara itu pihaknya juga mengomentari terkait meletusnya sejumlah unjuk rasa di berbagai daerah yang memprotes arti si sejumlah undang-undang bermasalah.

Dede mengatakan, aksi unjuk rasa merupakan hak negara masyarakat dalam negara demokrasi dalam menyampaikan pendapat.

“Sejarah Indonesia ini dimulai dari pergerakan mahasiswa dan saya setuju dengan aksi yang dilakukan Namun demikian saya imbau untuk tidak ada hal-hal yang memicu tindakan anarkis,” kata Dede. (Tito Rohmatulloh/bandungKita)

Editor: Dian Aisyah

Comment