by

Tingkatkan kualitas SDM, Pemkab Bandung Sosialisasikan Jamsos ke Aparatur Desa

BandungKita.id, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung (Pemkab Bandung) saat ini tengah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan mensosialiasikan pogram Jaminan Sosial (Jamsos) Ketenagakerjaan  untuk sekretaris desa dan kepala urusan keuangan desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana menuturkan sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program pencapaian perlindungan sosial, dan pentingnya Jamsos bagi aparatur desa. Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI Nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa, aparatur desa saat ini dapat mengikuti program Jamsos ketenagakerjaan, yaitu melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Sebagai wujud kepedulian terhadap perangkat desa, seiring dengan terbitnya Permendagri RI Nomor 20 Tahun 2018, Pak Bupati telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Bandung Nomor 57 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bagi perangkat Desa,” ungkap Teddy Kusdiana, saat membuka acara sosialisasi tersebut di Gedung Mohamad Toha Soreang, Rabu (6/3/2019) lalu.

Teddy menuturkan bahwa dalam Perbup tersebut, bupati menginstruksikan kepada semua kepala Perangkat Daerah (PD), kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kepala Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Serta  kepala desa untuk mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program Jamsos Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Saya harap para peserta bisa memiliki pemahaman tentang manfaat program ini, sehingga bisa menyosialisasikan kembali serta mendaftarkan pegawainya yang ada di desa mengikuti BPJS ketenagakerjaan,” tutur Teddy.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki beberapa program jamsos, diantaranya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun. Banyak manfaat yang akan didapat dari program-program tersebut, kata dia, salah satunya yaitu mengurangi beban atas risiko pekerjaan.

“Para aparatur desa akan terlindungi, akan merasa aman karena sudah memiliki jaminan sosial jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat menjalankan tugasnya,” tambahnya pula.

Kegitan sosialisasi yang turut menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tersebut juga memberikan santunan jaminan kematian kepada keluarga almarhum salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Nagreg.

“Kita harapkan dengan sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya asuransi keselamatan kerja,” pungkasnya. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)

Comment