oleh

Hengky Kurniawan Ingin Kopi Bandung Barat Go Internasional dan Diekspor ke Mancanegara, Tapi Ini Kendalanya

BandungKita.id, PADALARANG – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan ingin mengangkat kopi asli Kabupaten Bandung Barat (KBB) lebih dikenal dunia atau go internasional. Hengky optimistis kopi asal KBB akan mampu diterima dunia internasional. Sebab kopi asal KBB merupakan salah satu kopi dengan kualitas terbaik di Indonesia bahkan dunia.

Ia menjelaskan, beberapa kopi asli KBB seperti kopi Lembang, Sindangkerta, Gununghalu sudah diakui kualitasnya sebagai kopi kualitas tinggi. Belum lagi, beberapa jenis kopi lainnya seperti Cikalongwetan, Rongga, Saguling dan Cililin juga tak kalah nikmatnya.

“Saya ingin membawa kopi asal Bandung Barat dari Lembang, Sindangkerta, dan Gununghalu untuk mengikuti festival kopi di Berlin Jerman. Festival ini penting sekali karena ini semacam perlombaan untuk kualitas kopi,” ujar Hengky kepada BandungKita.id, Minggu (17/3/2019).

BACA JUGA :

Jadi Pilot Project Nasional Pengurangan Angka Pengangguran, Disnakertrans KBB Siapkan Terobosan Berupa Aplikasi Pencari Kerja : Apa Saja Kelebihannya?

 

Sindir Visi Misi Bupati Bandung Barat Tidak Jelas, Kemendagri : Asmat di Papua Sudah 8 Kali WTP, Masak KBB Belum?

 

Dijelaskan Hengky, perlombaan kualitas kopi yang akan digelar pada 6-8 Juni mendatang akan mengangkat pamor kopi yang memenangkan lomba. Seperti halnya Kopi asal Gunung Puntang yang pernah memenangkan festival kopi di Amerika Serikat pada 2016 lalu.

“Untuk mengikuti festival kopi di Berlin Jerman, anggarannya tidak ada di APBD dan bukan berasal dari APBD. Ini murni swadaya. Saya intinya memaksimalkan segala daya upaya untuk membawa petani KBB ke sana,” ungkapnya.

Kopi Maguru Lembang dan Specialty Coffe Gununghalu, dua kopi asli KBB (Faruq/BandungKita.id)

 

Selain untuk menaikkan pamor dan mengenalkan kopi Bandung Barat ke dunia internasional, Hengky berharap festival kopi di Berlin Jerman itu juga menjadi sarana edukasi bagi para petani kopi. Sebab, selama ini sebagian petani kopi di Bandung Barat belum mengolah kopi mereka secara profesional sehingga sering merusak cita rasa kopi. Apalagi, di festival kopi dunia tersebut akan berkumpul para petani dan pengusaha kopi dari seluruh dunia sehingga para petani bisa belajar dan menyerap ilmu dari mereka yang lebih profesional dan ahli.

“Seandainya kopi Bandung Barat menang, ini tentu akan mengharumkan nama Bandung Barat dan juga Jawa Barat. Kalau menang para petani kita akan semakin pede karena kopi Bandung Barat memang memiliki kualitas terbaik,” beber Hengky antusias.

Ia optimistis kopi asal Bandung Barat akan mampu menjadi jawara pada festival kopi tersebut. Terlebih, pada festival kopi Specualty Coffe di Amerika 2016 lalu, kopi asal Sindangkerta berhasil meraih juara 2 dan 15.

Kopi Maguru dan Specialty Coffe Gununghalu, dua kopi asli KBB (Faruq/BandungKita.id)

 

Lalu pada tahun 2017, kopi ini juga meraih medali emas pada kompetisi kopi internasional di Australia dan juga meraih medali perunggu pada International Coffee Awards di negara yang sama pada 2018. Itu belum termasuk sejumlah penghargaan nasional untuk kopi Sindangkerta dan Gununghalu ini.

Selain mengangkat nama dan pamor kopi asal KBB, selanjutnya Hengky bercita-cita untuk melakukan ekspor kopi KBB ke mancanegara. Sebab, menurutnya, KBB sangat mampu untuk mengekspor kopi.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Hengky menyebut produksi kopi KBB mencapai 1.000 ton lebih. Namun kapasitas produksi sebesar itu belum terakomodir seluruhnya. Mayoritas hanya dijual di Jawa Barat dan Indonesia. Sebagian lagi belum terserap.

BACA JUGA :

Woow! Pemkab Bandung Barat ‘Hadiahkan’ 3 Mobil Untuk Komisioner Bawaslu KBB : Terkait Kasus Video Dugaan Kampanye Bupati Aa Umbara?

 

Jika keran ekspor dibuka, ia yakin petani KBB akan mampu memenuhinya karena memang produksi kopi KBB cukup besar, hanya belum dioptimalkan seluruhnya. Bila ekspor dilakukan, tambah Hengky, dengan sendirinya kesejahteraan petani kopi dapat terus meningkat.

“KBB sebenarnya sangat siap untuk melakukan ekspor kopi. Tapi petani dan pengusaha kopi kita baru memasarkan kopinya di wilayah Jawa Barat. Kalau petani dan penguasaha Aceh, Medan dan Padang sudah berani ekspor,” jelas wakil bupati KBB berparas ganteng ini.

Ia mengatakan akan berupaya mendorong dan memfasilitasi para petani dan pedagang kopi di Bandung Barat untuk berani mengekspor kopi mereka ke berbagai negara. Sebab, secara kualitas kopi asal Bandung Barat memiliki kualitas dunia.

 

Kopi Maguru dan Specialty Coffe Gununghalu, dua kopi asli KBB (Faruq/BandungKita.id)

 

“Kopi kita (KBB) memiliki kualitas dan cita rasa luar biasa. Kualitas kopi KBB salah satu yang terbaik. Sekarang tinggal kemauan saja, karena petani dan pedagang kopi KBB belum bisa masuk ke pasar ekspor,” kata Hengky.

Hengky berharap upayanya untuk mengenalkan kopi Bandung Barat kepada dunia dapat bersinergi dan mendapat dukungan dari berbagai stakeholder terutama pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat maupun pemerintah pusat. Terlebih, APBD KBB pun tidak menganggarkan dan untuk edukasi dan sarana promosi untuk memfasilitasi para petani kopi di Bandung Barat.

“Saya sudah komunikasikan hal ini dengan Pak Gubernur, tinggal menunggu kejelasannya bagaimana. Saya berharap Pak Gubernur bisa membantu petani KBB untuk mengikuti lomba ini. Ini kan swadaya, jadi butuh support dari Pak Gubernur juga. Intinya, saya ingin bawa petani kopi KBB ke Eropa,” ujarnya.

“Saya optimistis meskipun saat ini dananya belum jelas dari mana, tiga petani kopi dari daerah Lembang, Sindangkerta, dan Gununghalu harus ikut di kancah internasional. Saya optimistis kita bisa tetap berangkat ke sana” tandas Hengky.(M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

 

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar