DPMD Bandung Barat Akan Realisasikan ‘Desamart’ pada 2020

BandungKita.id, LEMBANG  – Dari 165 desa yang ada di Kabupaten Bandung Barat, hanya 7 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dinilai berjalan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Wandiana di Panorama Hotel Lembang, kamis (2/5/2019).

Untuk pengoptimalan Bumdes, kata Wandi pihaknya akan merealisasikan Desamart di di setiap desa pada tahun 2020 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 yang menyebutkan Pemerintah Desa agar mendayagunakan keberadaan Bumdes.

“Sebagian desa memang sudah berjalan. Ada usaha pengairan, simpan pinjam dan potensi lain,” kata Wandi.

Konsep Desamart yang digaungkan, menurutnya mampu menjawab permasalahan Bumdes yang tidak berjalan.

“Nanti warga bisa menjual produk home industrinya, UMKM dan produk lokalnya di Desamart. Konsepnya kurang lebih seperti mini market,” ujarnya.

BACA JUGA:

Pemkab Bandung Barat Upayakan Santunan Untuk Petugas KPPS

 

Pelayanan Kesehatan Masih Kurang, Umbara Targetkan 3 Rumah Sakit di KBB Tersertifikasi Tipe C

 

Wandi berharap, adanya Desamart dapat menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD) untuk melancarkan program-program yang sudah disusun.

“Pendapatan untuk desa melalui Desamart ini diharapkan bisa menopang kas desa guna menyelengarakan program pemerintahannya,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan pihaknya mengaku siap memfasilitas pelaku usaha Bandung Barat melalui program Desamart.

“Pemerintah akan bantu seluruh kepentingan-kepentingan pelaku usaha masyarakat Bandung Barat,” pungkas Aa.

Meski hanya 7 desa yang dinilai sudah maju, Aa berharap kedepannya bisa terus berkembang. Ia menjamin melalui Desamart, masyarakat desa bisa sejahtera.

“Ada 7 desa yang sudah kelihatan maju. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih maju,” pungkasnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment