by

KAMMI Sebut Pemkot Bandung Tak Libatkan Mahasiswa dalam Membangun Kota, Ini Jawaban Sekda Ema Sumarna

BandungKita.id, BANDUNG – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bandung menilai kepemimpinan Oded-Yana di Kota Bandung dianggap kurang melibatkan mahasiswa.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) KAMMI Bandung, Jundi Khalifatullah, menanggapi surat audiensi organisasinya terhadap Pemkot Bandung pada April dan Juni 2019 lalu yang tak kunjung ditanggapi.

“Artinya ini bukan hanya bagi kami tapi juga bagi mahasiswa lainnya bisa dilihat bahwa memang Pemkot Bandung belum melibatkan mahasiswa sebagai mitra pembangunan kota,” kata Jundi, Senin (29/7/2018).

Baca juga:

Pemkot Bandung Harus Serius Rawat Bangunan Bersejarah

 

Disinggung soal keterkaitan KAMMI dengan partai pengusung Oded, Jundi menilai itu bukan alasan untuk organisasinya menjadi tidak kritis terhadap pemerintah.

“Oded dengan partainya, itu kaitannya sebagai koalisi politis, sedangkan KAMMI itu berfungsi sebagai mitra kritis. Artinya kami akan tetap berperan sebagai kontrol, dan kritis pada pemerintah, siapa pun yang menjabat sekali pun itu dari PKS,” kata Jundi.

Ada 11 ribu sarjana, kata Jundi, yang lulus di Kota Bandung setiap tahun. Mestinya, Pemkot Bandung bisa mengelola potensi ini.

“Setidaknya Bandung sebagai kota yang diburu para sarjana untuk bekerja mestinya ini bisa dioptimalkan, atau minimal sebelum kembali ke kampung halamannya, para sarjana di Bandung bisa dilibatkan dalam membangun kota ini,” kata Jundi.

Baca juga:

Pemkot Bandung : Pelantikan Ema Sumarna Sebagai Sekda Kota Bandung Sesuai Aturan

 

Sementara itu, ditemui terpisah Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan Pemkot Bandung terus berupaya merangkul pemuda dan mahasiswa di Kota Bandung untuk mencurahkan kreatifitasnya.

“Salah satu langkah yang kita lakukan yakni membangun youth space di Taman Pramuka agar para mahasiswa, pemuda, serta masyarakat umum bisa mengasah kreatifitasnya di sana,” kata Ema. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Comment