by

Potensi Dana Zakat di Jawa Barat Belum Maksimal, Ini Penyebabnya

BandungKita.id, BANDUNG – Potensi pendapatan dana zakat di Jawa Barat tampaknya masih belum terkumpul optimal. Pasalanya berdasarkan data yang dihimpun Forum Zakat (FOZ) wilayah Jawa Barat, di tahun 2019 potensi zakat Jawa Barat mencapai Rp 26 Triliun namun yang terkumpul hanya sekitar Rp 500 miliar.

“Kalau kita bisa bersinergi, baik pengelola zakat milik pemerintah maupun swasta tentu potensi tadi bisa lebih maksimal sehingga manfaat yang dihasilkan bagi ummat juga lebih besar,” kata Kepala Sekolah Amil Indonesia (SAI), Fahrizal Amir saat ditemui pada acara Pelatihan Sertifikasi Amil Dasar, di Bandung, Sabtu (21/9/2019).

BACA JUGA :

Meski Hari Libur, Ratusan Siswa SD Senang Ikut Beresih Bandung Jilid 2

 

Demi Uang dan Handphone, Dua Perempuan Di Bandung Ini Nekat Selundupkan Narkoba Ke Lapas Banceuy

 

Selain itu, yang jadi penyebab masih belum maksimalanya pengumpulan zakat yakni belum meratanya pengetahuan yang dimiliki para amil zakat.

“Karenanya, kita melakukan pelatihan sertifikasi ini, tentu bukan sertifikasinya yang menjadi titik tekan tapi bagaimana para amil, relawan, dan pengelola zakat se-Jawa Barat, yang saat ini hadir bisa memiliki pengetahuan dasar yang mumpuni,” lanjut Amir.

 

Kepala Sekolah Amil Indonesia (SAI), Fahrizal Amir, di Bandung, Sabtu (21/9/2019). (Tito Rohmatullah/ BandungKita.id)

 

Amir juga menekankan bahwa masih belum meratanya kesadaran masyarakat terkait pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga pengelola. Dimana potensi pemanfaatannya bisa lebih merata.

“Artinya, kalau zakat diberikan langsung pada penerima memang itu sah-sah saja namun pemanfaatnya bisa jadi sekadar memenuhi kebutuhan satu hari saja. Berbeda kalau disalurkan ke lembaga maka penggunaanaya bisa lebih sesuai,” kata Amir.

Pihaknya berharap, dana zakat tidak hanya bermanfaat secara individu penerima, namun bisa bermanfaat lebih luas seperti mengentaskan kemiskinan, mencipatakan pemertaan ekonomi, serta kemajuan ummat. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment