by

Kadisdik Sebut Ibu-ibu Penyusup Demo di Bogor, Bukan ASN Disdik

BandungKita.id, BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar memastikan bahwa ibu-ibu penyusup di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di Bogor bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Disdik Kota Bandung. Kepastian itu berdasarkan hasil klarifikasi yang bersangkutan pada Kamis (26/9/2019).

Video seorang ibu yang menyusup di tengah demontrasi mahasiswa di Bogor tengah viral di media massa sejak Rabu (25/9/2019). Kehadiran sang ibu sempat memprovokasi massa dengan meneriakkan kalimat “Turunkan presiden”.

Sebagian warganet kemudian menuding provokator itu adalah Wiatiningsih, ASN yang berprofesi guru di Kota Bandung. Sontak hal tersebut menuai berbagai komentar negatif.

BACA JUGA:

 

Surat Tuntutan Mahasiswa Ke DPR RI Belum Ditandatangani Ketua DPRD Jabar

 

Hikmat Ginanjar dalam keterangannya seperti dilansir dari Humas Bandung Kamis (26/9/2019), menanggapi tudingan warnaget tersebut, jajarannya langsung melakukan penelusuran.

Setelah diselidik, Wiatningsih memang seorang guru dan mengajar di SDN 169 Pelita. Namun yang bersangkutan tidak berada di lokasi kejadian saat demo terjadi.

Hikmat Ginanjar mengundang Wiatningsih dan Kepala Sekolah SDN 169 Pelita, Yuyum Yuliati pada Kamis (26/9/2019) pagi untuk memberikan klarifikasi.

Berdasarkan keterangan Wiatiningsih dan Kepala Sekolah SDN 169 Pelita, maka Hikmat berkesimpulan bahwa ibu-ibu di video viral tersebut bukan Wiatiningsih seperti dituduhkan.

BACA JUGA:

 

Kompor Meledak Saat Masak, 3 Rumah di Cicendo Terbakar

 

Sementara itu, Wiatiningsih mengatakan, “Ibu-ibu di dalam video viral tersebut itu bukan saya, di saat itu saya gak berangkat ke Bogor, saya seharian ada di sekolah. Dan yang terpenting saya tidak pernah memprovokasi seperti itu”.

Pernyataan Wiatiningsih diperkuat oleh Kepala Sekolah SDN 169 Pelita, Yuyum Yuliati yang menyatakan bahwa pada rentang waktu Senin sampai Rabu (23 – 25/9/2019), Wiatiningsig mengajar sebagaimana biasanya.

“Yang bersangkutan tidak sedang bertugas dinas luar atau hal lainnya. Tidak mungkin beliau ada di sana (di Bogor) karena saksinya banyak bahwa beliau mengajar pada hari itu,” jelas Yuyum. (Dian Aisyah)

Sumber: Humas Bandung

Comment