oleh

Kisah Perjuangan Halimin, Driver Go Ride yang Raup Pendapatan Hingga Rp 400 Ribu Perhari

BandungKita.id, BANDUNG – Banyak jalan menuju Roma, tampaknya peribahasa tersebut layak disematkan pada Halimin (65) seorang mitra Go Jek asal kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, yang kini hidup sukses sejak menjadi driver Go Ride pada 2017.

Sebelum memutuskan menjadi driver Go Ride, profesi Halimin adalah pengemudi ojek konvensional. Namun, semenjak menjadi mitra Go jek kurang lebih selama 3 tahun, rata-rata perharinya Halimin mendapat penghasilan Rp 400 ribu.

 

BACA JUGA :

Apresiasi Mitra di Bandung, Go Jek Luncurkan Atribut Baru : Ini Kelebihannya

 

 

Bahkan, Halimin diganjar hadiah sebuah sepeda motor lantaran ia berhasil melakukan perjalanan sebanyak 3.000 trip dalam tiga bulan saja selama ia menjadi driver.

“Alhamdulillah penghasilan saya meningkat bahkan dua kali lipat daripada profesi saya sebelumnya. Saat ini sudah punya rumah sendiri dari yang tadinya ngontrak,” kata bapak anak tiga tersebut dalam acara Bincang Bersama Mitra Go Jek, di salah satu hotel di Bandung, Kamis (10/10/2019).

Bukan tanpa alasan, Halimin menuturkan, motivasinya untuk kerja keras adalah untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Tak jarang ia harus pulang larut malam lantaran menyelesaikan target trip harian.

“Pernah mengantar penumpang dari Jalan PHH Mustofa ke daerah Dangdeur Rancaekek dan itu sekitar pukul 7 sampai 8 malam, tapi itu saya lakukan karena yakin dengan bersyukur dan kerja keras akan ada hasilnya,” ujar Halimin.

Pria yang sudah biasa tidak merokok dan minum kopi itu seringkali beristirahat dan tidak lupa melaksanakan kewajiban sebagai seorang Muslim, yaitu mendirikan shalat di sela-sela kesibukan kerja.

“Saya istirahat waktu shalat,” kata Halimin.

 

BACA JUGA :

3.000 Mitra Gojek Ikuti Festival Merah Putih di Bandung

 

 

Tak hanya itu, prestasi yang dicapai saat ini bukan tanpa hambatan, ia pernah menerima orderan dari salah seorang penumpang namun saat tiba orderannya dibatalkan dengan alasan dijemput.

“Jadi suatu hari pernah hujan besar, saya ada orderan dan saat tiba di titik penjemputan, calon penumpangnya saya kasih helm dan jas hujan lalu saya persilahkan naik, namun akhirnya penumpang itu melakukan cancel tapi saya tidak merasa marah hanya tersenyum saja,” ujar Halimin saat ditemui usai acara.

Di usianya kini yang tak lagi muda, Halimin bukan tidak khawatir atas keselamatan dan kesehatan dirinya. tak hanya ia, ada keluarga yang menantinya di rumah dan berharap agar sang ayah tetap sehat dan selamat.

Untuk mencapai hal itu, Halimin mengaku akan mengikuti program asuransi atau Open jaminan kesehatan dan keselamatan yang disiapkan pihak perusahaan Go Jek.

“Saya mau ikut, pasti saya ikut. Itu ada tersedia oleh Go Jek, ada pilihannya,” kata Halimin

Terkait hal itu, Regional Head Coorporate Affairs Go-Jek Indonesia Wildan Kesuma mengatakan, program asuransi bagi mitra tersedia berbagai pilihan mulai dari yang bersifat kerjasama dengan badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan atau perusahaan asuransi swasta.

 

BACA JUGA :

Gandeng Kepolisian, Gojek Dukung Mitranya Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara

 

 

“Kita ada program asuransi untuk keselamatan, kemudian ada juga dana untuk santunan dan itu merupakan pilihan atau opsional serta harganya berbeda, karena untuk Mitra ini kan penghasilannya harian jadi biayanya beda dari harga asuransi yang lain,” kata Wildan.

Kedepan, Halimin berharap agar perusahaan transportasi online super di Indonesia ini bisa lebih baik dan melengkapi berbagai kebutuhan Mitra, juga masyarakat luas.

“Kalau saya Intinya Ingin lebih baik saja semua terfasilitasi dan intinya memajukan kesejahteraan masyarakat saja,” ujar Halimin. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar