by

Pakar Tata Kota: Flyover Tidak Bisa Atasi Kemacetan di Kota Bandung

BandungKita.id, BANDUNG – Pakar tata kota Institut Teknologi Bandung (ITB), Adi Prasetya menilai Pemkot Bandung yang gencar melakukan dan mewacanakan pembangunan flyover serta jembatan untuk mengurai kemacetan dinilai keliru.

“Penambahan jembatan ini keliru, itu bukan solusi untuk mengurangi kemacetan,” kata Frans ditemui di Universitas Padjajaran, Jumat (12/10/2019).

Tak hanya itu, pembangunan jembatan atau flyover juga dikhawatirkan membebani APBD. Apalagi akan jadi kerugian jika ternyata tak mampu mengurai kemacetan.

 

BACA JUGA :

 

Pemkot Bandung Galau Soal Rekayasa Lalin Kawasan Sukajadi, Pengamat: Malah Membuat Titik Kemacetan Baru

 

 

“Sekarang Pemkot Bandung ingin membuat skenario yang sama di Jalan Gatot Subroto dan Supratman dengan membebankan biaya APBD, secara logika spasial, di area itu tidak mungkin flyover  bisa mengurangi kemacetan,” papar Frans.

Frans mencontohkan, flyover penghubung Jalan Terusan Jakarta dengan Jalan Jakarta misalnya tak berhasil mengurai kemacetan, yang ada titik macet hanya berpindah saja.

“Kita lihat Antapani, seberapa maksimal itu ? Malah terjadi titik penumpukan baru ke Jalan Jakarta dan penumpukan ke arah Antapani dan ketika akan masuk dari Kiaracondong karena tikungannya menjadi kecil,” ungkap Frans.

Hari ini, rekayasa lalin sukajadi juga tak bisa berbuat banyak mengatasi Kemacetan di Kota Bandung, yang terjadi justru sebaliknya, titik macet malah bertambah. “Gara gara rekayasa lalin Sukajadi, di Kawasan Setiabudhi juga ada penumpukan,” kata Frans. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment