oleh

Tak Punya TPA, Pemkot Bandung Minta Warga Untuk Stop Buang Sampah Sembarangan

BandungKita.id, BANDUNG – Setiap harinya ada 1600 ton sampah yang dihasilkan oleh Kota Bandung dan dikirim ke TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat (KBB). Diprediksi, TPA tersebut akan ditutup pada 2020 lantaran kapasitasnya tak lagi kuat menampung volume sampah.

Dengan tantangan ini, Pemkot Bandung memutar otak agar tak terjadi penumpukan sampah di Kota Kembang. Salah satunya yakni dengan memindahkan pengiriman sampah ke TPA Legok Nangka. Namun demikian, itu bukan solusi mendasar pengentasan sampah di Kota Bandung.

 

BACA JUGA :

Sanksi Buang Sampah Sembarangan di Kota Bandung, Dari Bersihkan Masjid Hingga Turun ke Sungai

 

 

Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang berada di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, membuat Pemkot Bandung harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya operasional, belum lagi jarak yang ditempuh pun lebih jauh.

“Supaya biaya operasional dapat kita tekan, yang wajib kita perbuat adalah mengurangi sampah, ” kata Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Edukasi Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Syahriani di Balai Kota Bandung belum lama ini

 

Seksi Peningkatan Kapasitas dan Edukasi Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Syahriani. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Tahun ini, biaya operasional membuang sampah ke TPA Sarimukti bisa mencapai Rp. 160 miliar, diprediksi jika pembuangan sampah ke Legok nangka mulai dilakukan, maka biayanya 5 kali lipat atau sekitar setengah triliun lebih per tahun.

 

BACA JUGA :

Di Kota Bandung, 500 Kilogram Sampah Mengalir di Sungai Setiap Hari

 

 

Syahriani mengatakan, Pemkot Bandung khawatir peristiwa mengenaskan di 2005 kembali terulang, saat TPA Leuwigajah meledak dan terjadi longsor sampah hingga menelan korban jiwa.

“Program Kang pisman itu kita harapkan benar-benar dijalankan masyarakat, tak hanya slogan tapi sudah merupakan kewajiban masyarakat,” kata Syahriani. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar