by

Keren! Hanya Ada di Kota Bandung, Kafe Ini Terletak di Tengah Sungai

BandungKita.id, BANDUNG – Kafe di tengah sungai? Sepertinya baru Kota Bandung yang memilikinya. Ya “Cafe Walungan” kini resmi hadir di Kota Bandung. Kafe ini berada di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung.

Deretan kursi dan meja cantik berjejer rapi di tengah sungai. Pengunjung bisa dengan jelas melihat jernihnya air di bawah kursi mereka. Airnya bersih dan tidak berbau. Kafe ini diharapkan menjadi daya tarik baru wisata unik di Kota Bandung

Salah satu sudut Kafe Walungan, kade yang terletak di tengah sungai. Kafe ini berada di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. (foto:humas kota bandung)

 

Wali Kota Bandung, Oded M Danial menandai peresmian dengan menyuguhkan kopi kepada warga di Cafe Walungan tersebut.

Oded mengatakan, untuk pertama kalinya di Indonesia, ada kafe yang hadir di tengah-tengah sungai. Sesuai namanya ‘Cafe Walungan’ yang berarti kafe sungai berada di anak Sungai Citepus tepatnya di kawasan Pagarsih, Kota Bandung.

BACA JUGA :

Punya Rencana Liburan? Ini Dia 8 Destinasi Wisata Keren di Kabupaten Bandung yang Wajib Kamu Kunjungi

 

 

Pemkot Bandung Sulap Drainase Koridor Guntursari Jadi Area Wisata Air

 

“Alhamdulillah kita meresmikan satu dari 41 sungai yang melintasi Kota Bandung yaitu sungai anak kali Citepus, dan kita resmikan ‘Cafe Walungan’,” kata Oded.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meresmikan Kafe Walungan di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. (foto:humas kota bandung)

 

Oded berharap dengan adanya ‘Cafe Walungan’ tersebut bisa menjadi spirit bagi warga sekitar untuk membentuk karakter mereka berbudaya terutama budaya cinta lingkungan, budaya bersih lingkungan.

“Saya berharap tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai apalagi tinja,” pinta Oded.

Oded mengungkapkan, pembangunan ‘Cafe Walungan’ itu bukan hanya untuk aspek keamanan banjir tetapi juga kenyamanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat terutama kebahagiaan.

“Pak camat tolong setiap infrastuktur yang sudah dibangun oleh Pemkot Bandung harus dijaga,” tegas orang nomor satu di Kota Bandung itu.

BACA JUGA :

Dinilai Sukses Kembangkan Pariwisata Kota Bandung, Oded Terima Penghargaan Marketplus

 

 

Wakil Wali Kota Optimis Bandung Jadi Destinasi Wisata Halal Dunia

 

 

Pemkot Bandung Resmikan Wisata Kampung Quran

 

Tidak hanya di kawasan Pagarsih, Oded berharap konsep serupa bisa diterapkan di sungai yang lain di Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, pembangunan kawasan tersebut seluruh menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meresmikan Kafe Walungan di Jalan Pagarsih, Pinggir Pasar Ulekan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung. (foto:humas kota bandung)

 

Untuk Biocord sekitar Rp 196 juta, pembangunan Walungan Cafe Rp 195 juta. Sedangkan tamannya sekitar Rp 146 juta. Total mencapai Rp 550 juta.

Sebelumnya Didi telah menjelaskan, aliran air yang jernih di sungai babakan irigasi ini merupakan hasil penyaringan menggunakan Biocord. Yakni sebuah teknologi instalasi yang didatangkan dari Jepang untuk mengubah air sungai kotor dan berbau.

 

Instalasi Biocord dipasang di bagian hulu sepanjang 15 meter. Kemudian air sungai yang jernih mengaliri area buatan DPU sepanjang 42 meter yang terdiri dari kolam cetek setinggi betis orang dewasa.

“Jadi namanya itu Biocord, teknologi dari Jepang. Itu kaya rumah mikroba kena air ditambah udara aktif, nanti aktifnya itu tiga minggu,” jelasnya.

Pemilihan lokasi di Babakan Irigasi karena debit aliran air di sungai ini bisa diatur, sehingga bisa disesuaikan dengan Biocord. Setelah pembuatan ini DPU juga akan terus mengedukasi masyarakat agar memelihara sekitar area Biocord.(M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment