by

Grab Edukasi Masyarakat untuk Minimalisir Resiko Kecelakaan Skuter Listrik di Kota Bandung

-Uncategorized-

GrabWheels Disebar di 65 Titik di Kota Bandung

 

BandungKita.id, BANDUNG – Alat mobilitas pribadi (AMP) khususnya GrabWheels atau skuter listrik telah menjadi alternatif diminati oleh masyarakat, terutama kaum milenial di Kota Bandung. Selain menjadi transportasi yang mudah dan terjangkau untuk jarak pendek, alat mobilitas pribadi menjadi pilihan yang ramah lingkungan.

Seiring dengan meningkatnya animo dan antusiasme masyarakat terhadap alat mobilitas pribadi, khususnya GrabWheels di Bandung, Grab aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara menghadirkan safety roadshow sebagai sarana edukasi penggunaan GrabWheels secara aman dan nyaman kepada pengguna.

Safety roadshow diadakan di Bandung selama dua minggu yakni pada 16-29 Desember 2019.

Dalam pelaksanaan safety roadshow, Grab juga memperkenalkan inisiatif keamanan terbaru, Three Es: Educate more, Equip more and Enforce more untuk meminimalisir pelanggaran dan risiko kecelakaan sekaligus memperkuat komitmen Grab dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman untuk semua kalangan di Bandung.

“Kami memahami bahwa saat ini sedang marak penggunaan skuter listrik di masyarakat. Grab berkomitmen untuk menyediakan ekosistem AMP seperti skuter listrik, yang aman bagi semua pengguna,” kata Mawaddi Lubby, Partner Engagement, Grab Jawa Barat.

Para pengunjung mall sedang mencoba mengendarai GrabWheels di rangkaian acara safety roadshow GrabWheels di Bandung (23/12/19). (foto:istimewa)

 

Prioritas Grab, kata dia, selalu pada keamanan dan keselamatan pengguna GrabWheels. Karena itu, untuk memastikannya Grab senantiasa mengedukasi para pengguna agar berkendara secara bertanggung jawab di jalur yang diperbolehkan.

“Bagi masyarakat yang belum berusia 18 tahun, kami harap tidak menggunakan GrabWheels. Dan satu skuter listrik hanya boleh untuk satu orang pengendara,” ujar Mawaddi.

Sejak pertama kali skuter listrik GrabWheels hadir di Indonesia, Grab telah memberlakukan berbagai peraturan dan inisiatif keselamatan, diantaranya pengguna GrabWheels harus berusia minimal 18 tahun ke atas, hanya satu orang yang diperbolehkan untuk mengendarai 1 skuter listrik dan tidak diperbolehkan untuk berboncengan, mengatur limit kecepatan skuter listrik hingga 15km/jam, melengkapi skuter listrik dengan lampu yang secara otomatis menyala dan reflektor sehingga tetap terlihat ketika malam hari.

Dijelaskan Mawaddi, Grab juga menghadirkan Station Managers terutama di wilayah dengan permintaan layanan GrabWheels yang tinggi seperti Dago, Dipati Ukur, dan Riau untuk mengedukasi pengguna mengenai cara mengendarai GrabWheels yang aman.

“Kami juga secara aktif menyediakan edukasi keamanan berkendara di lokasi parkir dan melalui aplikasi dan media sosial,” kata dia.

BACA JUGA :

Unik! Ada Moda Transportasi Ramah Lingkungan di Kampus ITB, Begini Cara Menggunakannya

 

 

Grab Indonesia Sumbang Laju Ekonomi Kota Bandung dengan Nilai Fantastis, Ini Jumlahnya

 

 

Atasi Budaya Ngaret, Grab Luncurkan Program Anti Ngaret

 

 

Namun Grab menyadari bahwa hal ini tidak cukup dan jika skuter listrik dapat menjadi moda transportasi yang dapat digunakan seterusnya, maka masih ada banyak hal yang perlu dilakukan bersama-sama. Oleh karena itu, sejak beberapa minggu terakhir di Bandung, Grab telah memperkenalkan standar keselamatan tambahan dengan cara mengedukasi pengguna tentang perilaku berkendara yang aman, melengkapi skuter listrik dan pengguna dengan fitur keamanan tambahan dan menegakkan aturan penggunaan skuter listrik yang lebih aman dan bertanggung jawab.

“Selain mengedukasi para penggunanya, Grab juga akan menyiapkan anggota Satuan Tugas (Satgas) dan Manajer Stasiun di beberapa wilayah utama Bandung, seperti Dago dan Riau serta akan tersebar di wilayah lainnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Ricky Gustiadi, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi langkah Grab dalam mencegah dan meminimalisir resiko kecelakaan pada alat mobilitas pribadi (AMP), seperti skuter listrik, yang saat ini sedang menjadi tren di masyarakat.

Dari aspek legal, kata Ricky, Grab akan bekerja sama dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Dishub Kota Bandung dan instansi terkait lainnya.

“Kami juga mengimbau kepada para pengguna untuk senantiasa lebih bijak dan bertanggung jawab dalam berkendara. Ikuti peraturan yang sudah ditetapkan demi menjaga keamanan dan keselamatan,” kata Ricky.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi, bersama Partner Engagement Grab Jawa Barat Mawaddi Lubby mencoba skuter listrik GrabWheels pada acara safety roadshow GrabWheels (23/12/19).(foto:istimewa)

 

Pada acara Safety Roadshow dan Media Experience di Bandung, Grab juga mengajak rekan media dan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung untuk mengikuti simulasi keamanan berkendara dengan menggunakan GrabWheels.

Saat ini, Grab telah menyediakan sejumlah 400 GrabWheels dengan titik parkir yang tersebar di kurang lebih 65 titik diantaranya Eduplex Dago, Bakso Boedjangan (Cihampelas & Graha Pos Bandung) dan Warung Upnormal (Riau, Dipati Ukur, Sumur Bandung, Coffee Warehouse, Coffee Roaster Riau, Pasir Kaliki).

Grab juga menyediakan layanan GrabWheels di sejumlah kawasan di kota Bandung seperti pusat perbelanjaan dan kampus. (*)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment