by

Ditemukan Ladang Ganja 1 Hektar di Lembang, Apakah Tanah Indonesia Cocok Ditanami Marijuana?

BandungKita.id, KBB – Ladang ganja seluas 1 hektar ditemukan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Akibatnya, YN (25 tahun) seorang petani di kawasan perkebunan di wilayah Lembang ditangkap Satresnarkoba Polres Cimahi pada Minggu (12/7/2020).

Ketika polisi Cimahi menangkap dua pengedar ganja, mereka mendapat informasi ada ladang ganja di Gunung Cibodas. Informasi itu adalah dasar polisi untuk menggerebek kebun seluas satu hektare itu..

Polisi menyita 36 paket ganja kering dengan total berat 3 kilogram juga 32 batang, dan 11 benih ganja.

“Saat ini yang kita tempati ini di sini adalah tempat ladang ganja kurang lebih satu hektare, yang mana ladang ganja ini menanamnya secara terpisah, di areal seluas satu hektare,” ujar Yoris dikutip BandungKita.id dari Kompas.

BACA JUGA :

Polresta Bandung Sita 7,5 Kg Ganja dari Bandar Jaringan Aceh

Untuk Tujuan Medis, Perusahaan Ganja Pertama Asia Akan Dibangun di Malaysia dan Thailand

“Kita terlambat [melakukan penggerebekan]. Baru sekitar dua sampai tiga minggu yang lalu panen terakhir, sekali panen sekitar 40 kilogram ganja kering keluar dari sini, sebanyak kurang lebih 1.000 sampai 2.000 batang tanaman ganja,” ujarnya.

Satu kilo ganja harganya Rp6 juta. Artinya sekali panen, lahan Lembang ini nilainya Rp240 juta. Diduga sudah digarap selama satu tahun dengan periode panen tiga bulan sekali.

Ladang ganja yang luas sering ditemukan di Indonesia. Awal tahun 2020, polisi dilaporkan menemukan lima hektare ladang ganja di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Daerah ini disebut polisi sebagai penghasil ganja nomor dua di Indonesia. Nomor satunya adalah Aceh.

“Ladang ganja juga sudah siap dipanen. Kami perkirakan kalau sudah dipaket, bisa jadi 60 ton ganja. Jadi cukup besar hasil pengungkapan ini. Lima hektare ladang ganja dengan ukuran tinggi [tanaman] 150 sentimeter sampai 200 sentimeter,” ujar Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana, dikutip dari Antaranews.

Informasi ladang ganja di Mandailing terungkap setelah polisi di Jakarta menangkap 19 tersangka yang dari mereka 1,3 ton ganja disita. Satu tersangka tewas ditembak polisi. Semua kasus dan pengakuan tersangka mengarah ke ladang Mandailing Natal. Setelah lahan ditemukan, polisi melaporkan telah membakarnya.

BACA JUGA :

Warga Buahbatu Bandung Ini Eksperimen Bikin Bonsai Ganja di Belakang Rumah

Polrestabes Bandung Ungkap Sindikat Narkoba di Cibaduyut, 24 Paket Ganja dan 97 Paket Sabu Berhasil Diamankan

Beralih ke Lampung, dua tahun lalu polisi melacak ladang ganja di hutan Kabupaten Tanggamus. Lahan terpencil seluas 2 hektare di kawasan hutan Talang Balak, Dusun Kedaung, Kota Agung Timur yang digunakan untuk budidaya ganja.

Kasat Narkoba Polres Tanggamus Anton Saputra mengatakan, pemilik menyatukan tanaman ganja dengan tanaman lain dalam satu lahan agar tidak buat curiga. “Jadi kalau hanya melihat sekilas dan tidak masuk ke dalam kebun, tanaman ganja tidak akan ditemukan. Pemilik sudah persiapkan agar tanaman tidak diketahui orang,” kata Anto dilansir dari Tribunnews.

Selain pemilik ladang berlahan luas, ternyara banyak yang menanam ganja secara sederhana di pekarangan rumah seperti di Malang, Jakarta Selatan, atau Kendal. Bahkan, pada tahun lalu ditemukan ganja yang dibonsai dan ditanam dalam pot di Buahbatu Bandung.

Fenomena tanam ganja mandiri usut punya usut marak terjadi karena referensi yang banyak bertebaran di internet, mulai dari belajar dari YouTube atau langsung mencari pencerahan di pusat industrinya. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment