by

Sempat Jadi Ruang Isolasi COVID-19, Begini Nasib Masjid Ash-Shiddiq di Kompleks Pemda KBB

BandungKita.id, KBB – Kasus penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

Kendati demikian, KBB saat ini bisa sedikit bernafas lega, pasalnya KBB saat ini masuk dalam zona oranye.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun masih banyak warga masyarakat di KBB yang belum divaksin.

Padahal, kata dia, kasus COVID-19 terbanyak saat ini datang dari klaster keluarga.

“Kasus COVID-19 per hari di KBB mencapai 100 orang, ini cukup tinggi,” katanya kepada BandungKita.id, Kamis (24/6/2021).

Terkait ketersediaan ruang isolasi, Hengky menuturkan, bed occupancy rate (BOR) di RSUD mencapai 95 persen.

“Jadi bagi pasien Covid yang begejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dan untuk BOR kita akan segera tambah,” tuturnya.

Hengky juga meminta setiap desa di KBB untuk untuk menyediakan ruang isolasi dengan menganggarkan melalui dana desa.

“Untuk masyarakat agar tetap nyaman dan aman diimbau tetap di rumah,” pintanya.

Baca Juga:

Innalilahi! Ternyata ini Alasan RSUD Cikalong Wetan Jadi RS Khusus COVID-19

Viral! Foto Pasien Covid-19 Numpuk di Selasar IGD RSHS, Begini Penjelasannya

KBB Zona Oranye, Destinasi Wisata Boleh Buka dengan Aturan ini

Kasus COVID-19 Melonjak, Pemda KBB Lakukan Vaksinasi Massal di Sejumlah Titik

Disinggung soal ruang isolasi di Masjid Ash-Shiddiq yang berada di Kompleks Perkantoran Pemda Bandung Barat, Hengky menyebut, sudah tidak dipergunakan lagi dan semua barang sudah dipindahkan ke RSUD Cikalong Wetan.

“Dulu itu kan karena ada PPKM mikro, jadi kalo masyarakat disentralkan dan dibawa kesana. Memang aturannya kini sudah berbeda dengan PPKM mikro ini sudah dilakukan per desa dan diharuskan punya ruang isolasi masing-masing,” sebutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sempat menjadikan ruangan lantai satu Masjid Agung Ash-Shiddiq sebagai tempat isolasi pasien COVID-19.

Ruangan tersebut diprioritaskan untuk isolasi pasien positif tanpa gejala (OTG).

Keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat konsolidasi antara panitia kerja (Panja) percepatan penanganan COVID-19 dengan Gugus Tugas COVID-19 KBB, Selasa (7/4/2020).

” Ruangan lantai satu yang ada di bawah masjid ini akan kita pakai untuk ruang isolasi. Jadi yang positif langsung di bawa ke sana dan tidak lagi melakukan karantina mandiri,” ucap Bupati Bandung Barat Aa Umbara yang saat itu menjadi Ketua Gugus Tugas COVID-19. (Agus SN/BandungKita.id) *

Editor: Agus SN

Comment