by

Pemkot Bandung Perbolehkan Mall, Kafe dan Restoran Beroperasi, Tapi Ada Syaratnya

BandungKita.id, Bandung – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pusat perbelanjaan atau mall di Kota Bandung sudah diperbolehkan beroperasi pada PPKM Level 4 yang diperpanjang hingga 16 Agustus 2021.

Selain itu, kelonggaran juga diberikan kepada restoran dan kafe yang diperbolehkan makan ditempat atau dine in pada PPKM Level 4 ini.

Namun demikian, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh mall, restoran, dan cafe. Mulai dari jumlah pengunjung yang dibatasi sampai 25 persen dari kapasitas.

Kemdian, para pengunjung dan pegawai mall, restoran, dan kafe juga wajib sudah vaksinasi Covid-19.

“Minimal dosis pertama,” ujar Ema dalam keterangan resminya, Selasa 10 Agustus 2021.

Ema mengungkapkan, hal itu merupakan hasil konsultasi Satgas penanganan Covid-19 Kota Bandung dengan Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri.

“Resto dan kafe di dalam dan di luar gedung sudah bisa dine in. Maksimal 25 persen dan hanya sampai pukul 20.00 WIB,” ujar Ema.

BACA JUGA:

Menelisik Sejarah Asal Mula ‘Cililin’ dan Perjuangan Dibaliknya

Unik! Kopi Bursel Khas Desa Cipada ini Miliki Enam Rasa

Jadi Inspirasi! Bermodal Tongkrongan dan Internet, Pemuda di KBB ini Mampu Bikin PH yang Menaungi Musisi Hebat

Ia mengatakan akan mengupayakan agar para pegawai dan pengunjung tervaksin. Untuk itu juga, Pemkot Bandung akan mengujicobakan vaksinasi on the spot di dua pusat perbelanjaan.

“Kita akan adakan vaksinasi di mall PVJ (Paris van Java) dan TSM (Trans Studio Bandung),” katanya.

Ema juga mengingatkan, para pemilik pusat perbelanjaan, restoran, dan cafe wajib menegakan protokol kesehatan. Agar itu dipatuhi, Pemkot Bandung juga akan membentuk tim pengawas di tempat-tempat yang telah diberi relaksasi.

“Kalau di mall ada tim Disdagin. Di resto atau cafe dari tim Disbudpar. Juga tentu Satpol PP akan membentuk tim,” katanya. 

Tetapi sekali lagi Ema mengingatkan, hal ini bukan berarti para pengusaha dan pengunjung bisa abai terhadap protokol kesehatan. 

Sebaliknya, pengelola, pegawai, dan pengunjung harus disiplin protokol kesehatan dan tidak ditemukan kluster baru, maka berpeluang diberikan relaksasi yang lebih besar.

“Mungkin saja kalau ini berhasil bisa menjadi lebih dari 25 persen, atau 50 persen,” tuturnya.

Kendati demikian, semua itu akan lebih dahulu dituangkan ke dalam Peraturan Wali (Perwal) Kota Bandung.

“Mungkin malam ini ditandatangani, sehingga besok sudah bisa diujicobakan,” pungkasnya. (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id) ***

Editor: Faqih Rohman Syafei

Comment