by

200 Hektar Lahan Sawah di Cihampelas Kekeringan

BandungKita.id, KBB – Sejumlah lahan pertanian di beberapa desa di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sengaja dibiarkan mengering dan tidak terurus.

Pasalnya, lahan pertanian yang ada di wilayah tersebut merupakan kawasan tadah hujan.

Kepala Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Tintin Marlina mengatakan, para pemiliknya sengaja meninggalkan sementara ladangnya sambil berpasrah diri menunggu datangnya musim penghujan.

“Ketika musim kemarau praktis tidak ada pasokan air yang cukup ke sawah dan ladang milik warga,” kata Tintin.

“Akhirnya para petani membiarkan lahan pertanian mereka tidak digarap,” sambungnya.

Ia menyebut, ada sekitar 200 hektar lahan pertanian di beberapa kampung yang terimbas musim kemarau, antara lain di RW 8, 3, 9, Kampung Jalitri, Mareleng, Sawahlega, dan Sukatengah.

Baca Juga

Dishub KBB Gagas Buka Trayek Baru Sindangkerta-Jatinagor

Tarif Parkir Rp 150 Ribu di Farmhouse Lembang, Dishub KBB akan Bina Oknum Juru Parkir

Menurutnya, sudah sejak lama petani yang ada di wilayahnya memang hanya mengandalkan musim hujan. Biasanya dalam setahun mereka melakukan dua kali panen.

“Karena kondisi kekeringan yang dari tahun ke tahun semakin parah, paling kini disiasati dengan menanam palawija. Atau jika tidak ada modal, membiarkan lahannya tidak terawat,” tuturnya.

Ia mengaku, saat ini di wilayahnya tidak ada irigasi yang bisa mengairi sawah di musim kemarau. Sebelumnya, lanjut dia, air irigasi yang bersumber dari air di Curug Jompong pernah mengairi sawah di Tanjungjaya.

Kendati demikian, tambah dia, kini airnya sudah tidak pernah lagi sampai karena sudah habis terpakai di wilayah hulu.

“Paling ketika musim hujan, terkadang banjir air dari hulu sampai ke Tanjungjaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin ada irigasi yang mengalir ke sini karena kalau kemarau lahan pertanian dibiarkan kering.

“Paling warga beralih profesi mencari ikan ke Waduk Saguling,” sebutnya.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas Andriawan Burhanudin. Ia menjelaskan, di wilayahnya ada sekitar 150-200 hektare lahan pertanian yang juga mengering dan tidak digarap dulu.

“Warga masih menunggu musim penghujan untuk kembali menanam padi agar pasokan air mencukupi,” jelasnya.

Ia menyebut, di musim kemarau saat ini warga pasti membiarkan lahan. Lalu, ketika masuk musim penghujan baru kembali digarap.

“Selain itu ada juga yang lahan sawah beralih fungsi karena pasokan air yang minim,” sebutnya. (Agus Satia Negara)

Comment