by

NasDem Beri Bantuan Kursi Roda Kepada Warga Kabupaten Bandung

BandungKita.id, Bandung – Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Rajiv, memberikan bantuan kursi roda kepada Neneng Yuliarsah (71), seorang warga Kampung Sasak Dua RT 04 RW 07 Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Neneng merupakan pengidap Kanker tiroid yang alami sejak 2019 lalu, telah menghambat aktivitasnya selama ini.

Kanker tiroid sendiri merupakan kanker yang menyerang kelenjar tiroid. Kanker tiroid akan menyebabkan pertumbuhan sel-sel di kelenjar tiroid menjadi tidak terkendali dan salah satu penyakit tiroid yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid yakni penyakit gondok.

Rajiv mengatakan, bantuan berupa kursi roda ini diberikan atas dasar kebutuhan Neneng yang memerlukan akses mobilitas, baik untuk sehari-hari maupun untuk menjalani pemeriksaan medis ke rumah sakit.

“Saya mendapatkan informasi dari grup WA ketua DPD dan DPC mengenai kasus ini. Pas saya baca, saya meresponnya dan mau menyerahkan sendiri bantuan ini. Jadi ini kegiatan atas nama partai (Nasdem) bekerjasama dengan Baraya Rajiv. Untuk malam ini saya mewakili partai memberikan bantuan kepada Bu Neneng yang terkena penyakit kanker ini. Kegiatan bakti sosial ini juga dalam rangka menyambut peringatan hari ulang tahun partai,” kata Rajiv di Bandung, Kamis 28 Oktober 2021.

Satu unit kursi roda tersebut diberikan langsung oleh Rajiv mewakili Partai NasDem pada Rabu 27 Oktober malam. Meski diguyur hujan, tekad tersebut tak menyurutkan para relawan dari Partai NasDem untuk menuju kediaman Neneng di malam hari.

Dia pun menegaskan kegiatan bakti sosial yang dilakukan pihaknya tidak hanya pada saat menyambut peringatan hari ulang tahun partai. Kegiatan bakti sosial kepada masyarakat ini akan terus dilakukan.

“Kegiatan bakti sosial ini akan terus berjalan ke setiap pelosok. Kegiatan bakti sosial ini kan untuk umat. Kami harus hadir untuk masyarakat,” sahut Rajiv.

Sementara itu, diceritakan suami Neneng, Dadang Fardian (67), penyakit yang menyerang istrinya itu awalnya gondok. Neneng diketahui mengidap gondok sekitar tahun 1979 lalu.

Namun, dikhawatirkan gondok yang dialami istrinya terus membesar, Neneng pun lantas menjalani serangkaian medis termasuk menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

“Setelah dioperasi, baru 40 tahun kemudian leher istri saya muncul lagi seperti yang dulu (gondok). Karena kondisi yang semakin lanjut, kami tidak membawa istri saya ke Bandung, melainkan ke klinik setempat dulu dan diobati. Istri saya didiagnosa mengalami tumor,” ujar Dadan.

Kemudian, lanjut Dadan, pihaknya kemudian membawa Neneng ke Rumah Sakit Al Ihsan. Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Dadan, istrinya mengidap kanker tiroid. Neneng pun diwajibkan melakukan serangkaian penanganan medis yang diterapkan RS Al Ihsan dan harus menjalani lima kali pemeriksaan.

“Karena faktor usia, sekarang istri saya kesulitan berjalan selain menderita kanker. Selama kontrol (pemeriksaan rutin ke RS Al Ihsan), alhamdulillah ada perkembangan membaik. Saat ini, benjolan di lehernya mengecil dibandingkan dengan sebelumnya. Dari pihak rumah sakit, istri saya harus menjalani pengobatan selama 25 kali. Saat ini baru 15 kali,” cerita Dadan

Comment