Surat Tangan di Dinding Kontrakan: Curahan Hati Ibu Sebelum Ditemukan Tewas Bersama Dua Anak

Peristiwa20449 Views

BandungKita.id, Soreang – Penemuan tiga jenazah dalam satu kontrakan di Kampung Cae, Desa Kiaraongke, Kecamatan Banjaran, Jumat (5/9/2025), menyisakan duka mendalam. Selain tubuh korban, polisi juga menemukan secarik surat tulisan tangan yang ditempel di dinding ruang tengah.

Surat tersebut diduga ditulis oleh EN (34), korban perempuan yang ditemukan tergantung di kusen pintu kamar. Dua anak laki-lakinya, AA (9) dan AAP (11), ditemukan tak bernyawa di ruangan yang sama.

ARTKEL PILIHAN

Bupati Bandung Dadang Supriatna Raih Penghargaan Bergengsi Tingkat ASEAN

Rembug Bedas Ajang Diskusi Antara Bupati Bandung dengan Masyaraka

Bupati Bandung Raih Penghargaan Indonesia Award 2023

Dalam surat yang ditulis di buku catatan bergaris, EN mencurahkan isi hati kepada suaminya. Ia mengaku sudah tidak sanggup menanggung beban hidup dan hutang yang terus menumpuk.

Secarik surat yang ditemukan di rumah kontrakan tempat ketiga jenazah ditemukan tan bernyawa di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/9/2025)
Secarik surat yang ditemukan di rumah kontrakan tempat ketiga jenazah ditemukan tan bernyawa di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, DIKUTIP KOMPAS.COM Jumat (5/9/2025)

“teteh aa sadayana, abi nga;akukeun kieu. Abi tos teu kuat ngajalani hirup ngagulung hutang…” tulis EN dalam bahasa Sunda.

Di halaman berikutnya, EN menyampaikan permintaan maaf kepada kedua anaknya, AA dan Alif, serta mengungkapkan rasa sayangnya yang mendalam.

ARTIKEL PILIHAN

Survei Indikator : 80,1 Persen Masyarakat Puas Terhadap Kinerja Bupati Bandung Dadang Supriatna

Pemkab Bandung Gelar Rakor Gagah Bencana Bersama Petugas Lini Lapangan Bangga Kencana

Hari Jadi ke-383, Cucun Sebut Kabupaten Bandung Daerah Termaju dan Jadi Percontohan di Jawa Barat

Wow! Bupati Bandung Disebut Pemerintah Australia Sebagai Kepala Daerah Terbaik di Indonesia

“Aa Alif jdeudeuh, hampura mah nya bakay kunya’ah ..msn.. ditinggslkrun ku ma.. mamah teeu ridho ninggsl ss+dede….” lanjutnya.(antara lain)

Surat tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga menemukan sebuah ponsel di lokasi kejadian.

Ketiga jenazah telah dievakuasi ke RS Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan forensik. Sementara itu, proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan analisis barang bukti di tempat kejadian perkara.

Surat ini menjadi bukti penting dalam penyelidikan kasus yang diduga sebagai bunuh diri dengan dampak tragis terhadap anak-anak. Secara psikososial, dokumen ini mencerminkan:

  • Tekanan ekonomi dan sosial yang tidak tertangani.
  • Minimnya akses dukungan mental dan finansial di lingkungan sekitar.
  • Kebutuhan mendesak akan sistem deteksi dini dan layanan konseling keluarga.

ARTIKEL PILIHAN

Resahkan Warga, Polda Jabar dan DIY Gerebek Kantor Pinjol di Yogyakarta

Ribuan Warga Kota Bandung Masih Terjebak “Lintah Darat”

LIPUTAN KHUSUS Bag-2 : APBD Kabupaten Bandung Jebol Rp 1,3 Triliun, Pengamat : Pemkab Bandung Bisa Bangkrut

Tragedi ini bukan hanya soal kematian. Ini soal sistem yang gagal mendeteksi keputusasaan. Soal lingkungan yang tak cukup peka. Soal kita semua yang perlu belajar mendengar sebelum terlambat.

Berikut Direktori Layanan Bantuan di Bandung Raya

LayananJenis BantuanKontak
RS Jiwa Provinsi Jawa BaratKonseling & Psikiatri(022) 780-3412
Puskesmas BanjaranKonseling keluarga & rujukanDatang langsung
Into the Light IndonesiaKonseling online & edukasiLayanan Konseling Psikolog & Psikiater
YLBHI BandungBantuan hukum & advokasi keluarga(022) 420-3456
Komunitas Peduli Kesehatan MentalPeer support & edukasiIG: @pedulimentalbdg

Comment