BandungKita.id, BANDUNG – Sejumlah masyarakat Kota Bandung menggelar panggung rakyat di kawasan reruntuhan pemukiman Tamansari, Kota Bandung, Senin (21/1/2019) malam, acara tersebut digelar dengan tema hari melawan ketimpangan.
Menurut keterangan salah satu panitia, Ilo menjelaskan aksi panggung rakyat tersebut digelar untuk mengkampanyekan bahwa isu ketimpangan, baik di Indonesia maupun di dunia, merupakan hal krusial yang perlu terus disampaikan kepada masyarakat.
Ia menilai upaya mencari solusi untuk menuntaskan ketimpangan dari pemerintah hanya isapan jempol belaka. Hal ini bisa dilihat dari data terbaru, gini ratio Provinsi Jawa Barat naik dari angka 0,39 menjadi 0,40 pada Triwulan III 2018.
“Ini adalah upaya kita dalam menyampaikan kepada masayarakat bahwa pemerintah masih sulit mengatasi persoalan ketimpangan, bahkan hingga saat ini kita akan memilih pemimpin baru, ketimpamgan tetap terasa,” ungkapnya kepada BandungKita saat ditemui di sela-sela aksi.
Selain itu, Ilo menjelasakan, aksi tersebut juga dilakukan sebagai respon terhadap diselengarakannya pertemuan ekonomi global atau World Economic Forum (WEF) 2019 di Kota Davos-Klosters, Swiss, 21 – 25 Januari 2019 mendatang.
“Dalam pertemuan tersebut akan dibahasa tentang tatanan pembangunan dunia saat ini dan masa mendatang, yang dipastikan berefek pada masyarakat menengah ke bawah, terutama di kota-kota,” ujarnya
Untuk diketahui, WEF 2019 mengusung tema ‘Globalisasi 4.0: Membentuk Arsitektur Global di Era Revolusi Industri Keempat’.
Sementara itu, peserta aksi lainyya, Eva Eryani Effendi mengatakan kondisi hari ini akses masyarakat terhdap fasilitas publik seperti pendidikan, kesehatan, dan lainya tidak terpenuhi secara merata.
“Hari ini kita lihat bersama ketimpangan begitu terasa, banyaknya kasus putus sekolah lantaran kurang biaya serta buruknya pelayanan kesehatan bagi masayarakat kurang mampu, adalah bukti ketimpangan masih terus berklanjut,” ungkapnya
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam pidatonya diacara pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan Jawa Barat 2019, mengatakan memang angka ketimpangan di Jawa barat meningkat.
“Gini ratio masyarakat Jawa Barat naik, dari 0,39 menjadi 0,40 ini artinya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati orang yang memiliki peluang, belum bisa dinikmati oleh orang yang bingung harus ngapain dalam hidupnya,” ujar Emil.***(TRH/BandungKita)





Comment