by

Sidang Habib Bahar, Jaksa: Wajah Korban Ditendang dengan Lutut

BandungKita.id, BANDUNG – Bahar Bin Smith menjalani sidang dakwaan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (28/2/2019). Habib bahar memasuki ruang sidang sekira pukul 10.15 WIB dengan pengawalan cukup ketat.

Sejumlah kerabat serta rekanan Habib Bahar juga tampak menghadiri persidangan. Menurut keterangan penasehat hukum Habib Bahar, Azis Januar Habib Bahar dalam kondisi siap mengikuti persidangan.

“Ya (sidang) dimulai sekitar pukul 10:00 WIB, kita sudah siap, keluarga (Habib Bahar) juga ikut hadir dipersidangan,” ungkapnya kepada BandungKita.

Seiring berjalannya sidang, ratusan massa di halaman PN Bandung menggelar aksi pengawalan. Massa yang telah berkumpul sejak pagi tersebut, datang dari berbagai wilayah baik dalam dan luar Jawa Barat.

Mengetahui hal itu, Azis meminta agar massa tetap menjalankan aksi damai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Ya (massa) tetap tenang dan jaga situasi kondusif supaya sidang berlakan lancar,” ujarnya.

Dalam surat dakwaan, Jaksa dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, menyatakan Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jabar lantaran diduga melakukan penganiayaan kepada CAJ (18) dan MHU (17).

“Beberapa kali terdakwa melakukan pemukulan kepada CAJ dengan tangan kanan dan kiri bergantian dan menendang ke arah wajah CAJ dengan menggunakan lutut,” kata Jaksa.

Kedua remaja tersebut dianiya karena mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar, saat menghadiri undangan di Seminyak Bali pada Senin (26/2/2019).

Setelah itu Habib Bahar meminta santri dan orang-orang lainnya untuk menjemput CAJ dan MHU. Kemudian pada 1 Desember, CAJ dan MHU dijemput di kediamannya, di kawasan Desa Tapos, Tenjolaya, Bogor, dan dibawa ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor.

di Ponpes Tajul Alawiyyin, CAJ dan MHU diinterogasi dan dianiaya. Jaksa menyatakan penganiayaan dilakukan Habib Bahar, Agil Yahya, Hamdi, dan 15 orang lainnya.

Penganiyaan tersebut juga divideo dan viral di media sosial. Akibatnya, Habib Bahar dijerat dugaan pidana secara bersama-sama di muka umum karena melakukan kekerasan terhadap anak. Sesuai Pasal 170 KUHP dan 351 KUHP dan atau Pasal 80 UU 35/2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara antara lima tahun hingga maksimal 12 tahun.

Pada pukul 11.45 sidang selesai dan kembali digelar Rabu pekan. Diperkirakan sidang yang akan digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung akan mengundang massa lebih banyak. (Tito Rohmatulloh)

Editor: Dian Aisyah

Comment