by

Hadir di Sidang Habib Bahar, Kesaksian Kakek Korban Tak Konsisten

BandungKita.id, BANDUNG – Saksi kasus penganiyaan yang dilakukan Bahar Bin Smith, Oo Sunarya dihadirkan dalam persidangan lanjutan di kantor Dispusip Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (4/4/2019).

Oo yang juga kakek dari korban bernama Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki, menuturkan kesaksiannya. Oo bersaksi, sebelum Zaki berangkat ke Bali bersama korban lainnya yakni Cahya Abdul Jabar, Zaki sempat meminta izin untuk mengikuti sebuah kegiatan.

“Saya sebetulnya tidak memberi izin, tapi saat itu dia minta doa saja. Saya tanya berangkat mau apa dan sama siapa dia jawab berangkat sama Jabar, tapi dia tidak jelasin acaranya apa,” kata Oo.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Batujajar

Akhirnya, Zaki dan Jabar pun berangkat ke Bali. Sejak keberangkatan cucunya itu, Oo tidak pernah bertemu Zaki hingga tiga hari lamanya dan mendapati Zaki sudah babak belur.

“Waktu itu dia menutupi badannya pakai sprei. Tapi wajahnya masih kelihatan. Wajahnya babak belur, ada memar, terus ada luka merah di matanya, rambutnya juga botak padahal sebelumnya tidak. Terus di kepala dia ada luka seperti kepentok besi. Jalannya juga pincang,” katanya.

Merasa heran dengan kondisi cucunya, Oo pun bertanya pada Zaki namun Zaki tidak menjawab lebih rinci. Kata Oo, Zaki hanya jawab ia dikeroyok di Bogor, di daerah Yasmin sebelum kemudian dibawa ke daerah Parung.

Baca juga: Diterjang Banjir, Warga Baleendah Mulai Mengungsi

Namun, keterangan tersebut sedikit berbeda dari penuturan Oo saat di BAP. Jaksa menuturkan, Oo bercerita bahwa Zaki  dianiaya di pesantren milik Bahar, yakni Ponpes Tajul Alawiyyin. Bahkan kata Jaksa, Oo juga sempat bertanya siapa yang menganiaya Zaki, Zaki pun menjawab pelakunya adalah Bahar. (Tito Rahmatulloh/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment