by

Sidang Eksepsi, Kuasa Hukum Bahar bin Smith Minta Sidang Dipindahkan ke Bogor

BandungKita.id, BANDUNG – Terdakwa kasus penganiayaan, Bahar Bin Smith menjalani sidang dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan, di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram, Citarum, Rabu (6/3/2019).

Sidang yang berlangsung sekira pukul 09.30 WIB tersebut dibacakan tim kuasa hukum Bahar yang berjumlah lima belas orang. Ditemui usai persidangan, salah satu kuasa hukum Bahar, Munarman, mengatakan salah satu poin nota keberatan adalah lokasi persidangan.

“Pertama, itu adalah locus delicti, tempat peristiwanya itu terjadi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor itu pengadilannya adalah PN Cibinong,” ujar Munarman.

Selain itu, lanjut Munarman, mayoritas saksi bertempat tinggal di Bogor. “Kedua, saksi-saksi itu lebih banyak bertempat tinggal di Kabupaten Bogor sehingga menurut prinsip azas peradilan yang cepat dan murah, ya maka saksi-saksi itu lebih gampang dihadirkan di PN Cibinong dalam wilayah Kabupaten Bogor,” sambung Munarman.

Soal alasan keamanan yang disebut-sebut akan lebih terjamin di PN Bandung, Munarman menampik hal itu. Pasalnya di PN Cibinong Kuasa Hukum Bahar menilai justru akan lebih kondusif.

“Lihat di depan (lokasi sidang) ada pengerahan aparat kemanana secara besar-besaran, dengan water canon segala macam, berarti yang tidak aman itu disini, bukan di Bogor,” tegasnya.

Tak luput dari catatan Munarman, aspek kemudahan akses bagi keluarga yang ingin menjenguk terdakawa pun dinilai terkendala jarak. Jika penahanan dilakukan di Kabupaten Bogor, maka akan lebih memudahkan.

“Selain itu, keluarga dari terdakwa yang lain kan di Kabupaten Bogor, jadi dari aspek kemanusiaannya itu memudahkan keluaraga nya untuk menjenguk, juga untuk menghadirkan atau mengunjungi terdakwa yang sedang berada di dalam tahanan,” ujarnya.

Tak hanya soal lokasi persidangan, tim kuasa hukum juga menilai, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menjelaskan peran dari masing-masing terdakwa secara tegas. Serta penjelasan definitif istilah anak yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut juga masih terkesan abu-abu.

“Nah jadi semua hal itu lah yang kita sampaikan di eksepsi tadi dan itu merupakan tanggapan kita (kuasa hukum) dari dakwaan Jaksa minggu sebelumnya,” ungkap Munarman.

Sementara itu, ditanya selepas persidangan, terdakwa Bahar Bin Smith menyampaikan, seluruh dakwaan yang disampaikan Jaksa disidang pertama, diserahkan pada tim kuasa hukumnya.

“Alhamdulillah, jiwa kami adalah jiwa pejuang. Dimana pun kami diletakan kami akan bertahan. Tak peduli seberapa besar ancaman hukuman, siksaan, tetapi kami tak akan pernah tunduk kepada kedzaliman, (dakwan Jaksa) saya kembalikan semua ke pengacara,” tutup Bahar. (Tito Rohmatulloh/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment