by

Sebanyak 118 Mortir Peninggalan Belanda Tertanam di Dalam Rumah Warga di Dago Bandung

BandungKita.id, BANDUNG – Aparat kepolisian dan TNI mengevakuasi lebih dari seratus granat mortir di salah seorang rumah warga,┬áCita Harianto di Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu(6/3/2019) kemarin.

Dandim 0618 BS Letkol Inf Hery Subagyo mengatakan mortir-mortir tersebut diduga merupakan peninggalan perang dunia ke II. “Kita duga sementara ini mengacu dari beberapa temuan di beberapa wilayah, yang tipenya sama, ini kemungkinan bekas peninggalan perang dunia ke-2,” seperti dikutip Detik.com.

Mortir tersebut mulanya ditemukan salah seorang pekerja bangunan yang menggali tanah untuk membuat pondasi rumah milik Kevin. Pekerja awalnya mengira bahan peledak itu sebuah knalpot motor.

“Kebetulan rumah saya sedang direnovasi. Tukang nemuin benda pada saat sedang menggali. Tukang mengira itu knalpot motor, ternyata pada saat dilihat dengan seksama itu mortir. Kami langsung menghubungi pihak berwajib,” ujar Kevin Permana, pemilik rumah, Selasa (5/3/2019) malam, seperti dilansir BBC.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jabar pun melakukan pengamanan dan penggalian lebih lanjut. Evakuasi dilakukan pada Selasa (5/3/2019) malam dan berhasil mengangkat sebanyak 88 mortir, kemudian dilanjutkan lagi hingga Rabu (6/3/2019) siang berhasil menemukan 118 mortir.

Untuk mengetahui lebih jelas, Hery menuturkan motir tersebut sudah dibawa pihak TNI ke gudang penyimpanan Kodam Siliwangi, Banjaran, Kabupaten Bandung. “Kita bersihkan, nanti setelah itu akan kita teliti lebih lanjut. Untuk memastikan dan meyakinkan apakah granat ini masih aktif, nah nanti akan ditindaklanjuti,” jelas Hery.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana juga ikut meninjau langsung lokasi penemuan mortir tersebut. Yana mengimbau warga untuk tetap waspada saat membangun sebuah bangunan mengingat Kota Bandung merupakan peninggalan kolonial Belanda.

“Ini jadi warninglah, maksudnya bahwa kita juga tinggal di daerah bekas Belanda yah, pernah ada perang juga di sini, minta masyarakat juga waspada aja,” pungkas Yana. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)

Comment