by

KBRI Akan Kawal Terus Kasus Mutilasi Warga Indonesia di Malaysia

Bandungkita.id, SOREANG – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur berjanji akan terus mengawal kasus mutilasi terhadap dua warga Indonesia, Ujang Nuryanto dan Ai Munawaroh.

“Kita terus mengawal hal ini, dan kita harus terus memberikan kepercayaan penuh kepada Polisi Diraja Malaysia dengan terus berkoodinasi dengan kepolsiian Indonesia serta KBRI,” kata Sekretaris Pertama Konsular KBRI di Kuala Lumpur, Shadathian saat ditemui usai menghadiri pemakaman Nuryanto, di RT 04 RW 08, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (13/3/2019).

Dijelaskan Shadathian penemuan sidik jari dan DNA korban pun adalah bentuk dari kombinasi kerjasama antar Indonesia dan Malaysia.  “Saya harap semua pihak terus membantu pengungkapan kejahatan dan memabwa pelakunya ke hukum,” katanya.

Baca juga: Ini Kronologi Bos Tekstil yang Diduga Dimutilasi di Malaysia

Menurut Shadathian, pihak Polisi Diraja Malaysia bersama Tim SAR dan anjing pelacak juga terus mencari bagian tubuh korban. Kedua negara fukus penuntasan kasus tersebut.

“Selama ini informasi dari kepolisian belum ada tambahan,  polisi malaysia sejak penemuan body pada tanggal 26 januari,  terus melakukan penyisran bekersaja sama dengan SAR, melacak  bagian tubuh lain di sekitar sungai Buloh tapi yang ditemukan hanya body saja,” ucapnya.

Baca juga: Jenazah Ujang Nuryanto Korban Mutilasi di Malaysia Akan Dimakamkan di Baleendah

Seperti diketahui, salah satu korban mutilasi Ujang Nuryanto adalah warga Kampung Ciodeng Timur, Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Jenazah Nuryanto telah sampai di rumah duka pada pukul 16.00 WIB.

Pihak keluarga memutuskan untuk langsung menguburkan jenazah. Pasalnya proses menshalatkan dan memandikan telah dilakukan oleh KBRI. “Ya jadi sejak kemarin Senin sore dapat informasi dari Polisi di Rajah Malaysia Bahwa jenazah sebagai salah satu bukti kasus, boleh dilepaskan dan dipulangkan ke keluarga,” pungkas Shadathian. (Restu Sauqi)

Editor: Dian Aisyah

Comment