by

Harga Daging Ayam Naik, Dadang Naser: Jangan Tergantung Pada Protein Hewani dari Ayam

BandungKita.id, SOREANG – Menjelang bulan Ramadan harga daging ayam di pasaran Kabupaten Bandung naik menjadi Rp.37.000 per Kg. Menyikapi hal itu, Bupati Bandung, Dadang Naser menyarankan masyarakat untuk tidak tergantung hanya pada pemenuhan protein hewani yang berasal dari daging ayam dan daging sapi saja.

Menurutnya, dua komoditi tersebut kerap mengalami lonjakan harga, apalagi menjelan bulan puasa.

“Saya kan sudah menyarankan apalagi pada bulan Ramadan ini jangan terlalu tergantung pada ayam atau daging sapi. Kan masih ada kambing, lele, dan ikan-ikan lain,” jelasnya.

Lebih jauh, Dadang menyarankan masyarakat untuk tidak berperilaku konsumtif secara berlebihan saat bulan puasa.

“Puasa itu harus dihadapi dengan bersahaja dan tidak berlebihan. Sebagai mana cara berpuasanya nabi,” pungkasnya.

Baca juga:

HUT ke-378 Kabupaten Bandung, Pemda Dinilai Belum Berpihak pada Pedagang Tradisional

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung, Popi Hopipah mengatakan bahwa kenaikan harga daging ayam saat masih dalam batas wajar. Pasalnya, kenaikan tersebut tidak dibarengi dengan kelangkaan barang.

“Menurut saya kenaikan ini masih wajar, yang penting stok masih tersedia,” paparnya.

Untuk memastikan ketersediaan daging ayam, pihaknya berencana meninjau sejumlah peternak ayam bersama tim satgas pangan kabupaten Bandung dalam waktu dekat ini.

Popi menjelaskan, kebutuhan daging ayam di Kabupaten Bandung saat ini terpenuhi sebesar 40 persen dari petani lokal. Selebihnya diproduksi oleh industri besar dan dari luar daerah.

Sehingga, pengecekan terhadap beberapa kandang ayam milik petani, penting dilakukan untuk mengetahui ketersediaan stok.

“Kita akan melihat kekuatan kandang peternak ayam yang ada di kita, apakah masih bisa memenuhi atau tidak, kalau pun kurang kira akan pastikan tetap tersedia,” jelasnya.

Seminggu ini kita akan pastikan bahwa pasokan daging ayam terpenuhi. “Kalau di kabupaten Bandung saya kira pasokan tak akan kekurangan, cuma masalah pengendalian harga yang sering kita hadapi,” pungkasnya.***(Restu Sauqi)

Comment