oleh

Fakta Baru Longsor di Kelurahan Hegarmanah: Sebelum Kejadian Sempat Terdengar Suara

BandungKita.id, KOTA BANDUNG – Warga RT 05 RW 08 Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung sempat mendengar gemuruh yang cukup keras sebelum terjadi longsor, Sabtu (18/5/2019) kemarin.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT 05, Rohdi (66), yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Ia sempat mendengar suara dan saat dicek ke lokasi ternyata terjadi longsor.

“Memang ada suara runtuhan dan kencang, saya pun sedang berada di lapang sekitar 50 meter dari lokasi, dan langsung mengecek ke lokasi” katanya.

“Kejadian ini tidak ada tanda–tanda mau longsor enggak ada hujan, gak ada apa, jadi sebelumnya juga tak ada tanda-tanda longsor, debit air di sungai itu juga enggak tinggi, biasa aja,” ujar Rohdi.

Baca juga:

Tagana Siapkan 250 Porsi Makanan Setiap Sahur dan Buka Puasa untuk Korban Longsor Cililin

 

Seperti diketahui dalam kejadian tersebut satu orang warga, Syamsudin (69), dilaporkan meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor saat berada di kediamannya, Sabtu (18/5/2019.

Rohdi menuturkan saat terjadi longsor korban tengah tertidur di kamar depan, yang posisinya tepat berada di atas sungai Cikalintu. “lagi tidur di kamar jadi kebawa longsor,” katanya.

Rohdi menyebut, hari ini telah diagendakan penanggulangan dan evakuasi sisa bangunanan yang tidak terbawa longsor. Namun hingga pukul 12.32 WIB petugas belum tampak di lokasi.

“Kemarin yang bersih-besih di bawah, itu ada dari tim Gober, dari BPBD, dan Diskar PB juga ada, rencanyan hari ini mau bongkar sisa bangunan yang masih nempelnya,” katanya.

Terpisah, Manager Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu menyampaikan kejadian tersebut dupicu lantaran hujan yang terjadi sebelum kejadian.

Sehingga menyebabkan tanah di lokasi tidak stabil dan mengalami pergeseran.

“Penghuni rumah sudah diungsikan ke tempat aman, dan Korban meninggal sempat ditangani oleh pihak Rumah Sakit Salamun,” ujar Budi.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Restu Sauqi

Komentar