oleh

Waduh! Usai Lakukan Peliputan di Lembang, Seorang Jurnalis di KBB Mendapat Intimidasi

Diduga Dilakukan Pemilik Toko Miras

BandungKita.id, LEMBANG – Aksi intimidasi dan ancaman dari pemilik toko minuman keras menimpa salah seorang jurnalis usai melakukan peliputan operasi praja wibawa (OPW) di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (25/5/2019) dini hari.

Kejadian kali ini menimpa jurnalis di salah satu media elektronik, Deden Setiawan. Peristiwa intimidasi yang dialami Deden itu bermula saat dirinya tengah bersiap untuk pulang. Deden tertinggal dari rekan media yang lain dan rombongan Satpol PP yang telah menyita ratusan botol miras dari toko yang tak berizin dan beroperasi di bulan Ramadan itu.

“Sekira pukul 00.30 WIB usai meliput razia miras di titik akhir, toko jamu belakang Pasar Panorama Lembang, saya paling akhir mau pergi dari lokasi,” ujar Deden kepada BandungKita.id, Sabtu (25/5/2019).

Saat dirinya hendak membuka jok motornya untuk mengambil sarung tangan, seorang pria berperawakan tinggi besar menghampiri Deden. Diduga, pria tersebut merupakan pemilik toko jamu yang mengalami kerugian besar akibat penyitaan ratusan mras dari tokonya.

BACA JUGA :

Jalan Berlubang KBB Ditargetkan Selesai Diperbaiki H-7 Lebaran

 

Jelang Arus Mudik, Sejumlah PJU di Jalur Alternatif KBB Masih Padam

 

Pemda KBB dan Kemnaker Akan Cetak Ribuan Entrepreneur Baru

 

“Dengan nada tinggi dia bilang ‘balik kamana!’ (pulang kemana) lalu saya bilang ‘ke Subang’,” ujarnya menirukan.

Masih berhadapan dengan pria yang sama, Deden ditanya lagi. Kali ini dengan nada setengah membentak.

“Kunaon jang beak bensin?” kata dia.

Lalu Deden menjawab, “Enggak bensin mah masih ada,” ucap Deden menirukan lagi.

Ilustrasi stop kekerasan terhadap jurnalis. (Istimewa)

Tiba-tiba, pria tersebut menaiki jok motor Deden dan memaksa Deden untuk menuruti apa yang diperintahkannya. Pria tersebut memerintahkan Deden untuk mengikutinya.

“Hayu ngilu jeung urang sekalian meuli bensin’ (ayo ikut denganku sekalian beli bensin),” kata pria tersebut.

Namun Deden menolak dan mengatakan bahwa bensin di motornya masih ada.

“Tiba-tiba rokok yang masih menyala yang dipegangnya dibakarkan ke plat nomor sambil menandai motor saya,” kata Deden.

Saat pria tersebut lengah berjalan ke arah toko, Deden langsung menyalakan motornya dan menancapkan gasnya memburu rombongan satpol PP dan rekan media yang lain untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun tidak terkejar karena rombongan Satpol PP lebih cepat melaju.

“Pria itu mengejar saya. Namun untungnya saya berhasil melarikan diri,” sebut Deden.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar