oleh

Dishub Kabupaten Bandung Tak Rekomendasikan Pemudik Lewat Jalur Kamojang

BandungKita.id, SOREANG – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan tidak merekomendasikan pemudik menggunakan jalur alternatif Kamojang. Pasalnya, kondisi jalan yang berbukit menjadi salah-satu faktor kecelakaan di jalur tersebut.

“Sebetulnya kami tidak merekomendasikan jalur Kamojang. Selain dari segi lintasan yang berbukit dan menanjak, serta jarak pandang yang pedek, kami menilai jalur ini belum layak dilintasi. Tapi faktanya, Kamojang tetap diminati pemudik baik nasional maupun lokal. Karena itu, kami siapkan petugas dan posko kesehatan di sana, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik,” jelas Zeis dalam siaran resminya, Rabu (29/5/2019).

Baca juga:

Dadang Naser : Libur Lebaran Tak Boleh Ditambah, Kendaraan Dinas Tak Boleh Dipakai Mudik

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengerahkan 300 personel untuk amankan arus mudik 2019. Selain di jalur mudik, para petugas akan ditempatkan di objek-objek wisata, pasar dan terminal.

“250 personel kita tempatkan di jalur-jalur lintasan mudik dan destinasi wisata, mengingat objek wisata di Kabupaten Bandung masih menjadi primadona para pemudik. Selain itu, kami juga menempatkan sebanyak 50 personel di terminal. Mereka ini nantinya akan bertugas mengatur dan mengendalikan arus lalu lintas serta melakukan penghitungan arus mudik,” jelas Zeis.

Selain PAM lebaran, Zeis memaparkan pihaknya juga memiliki program keselamatan dan mudik gratis. Ia menjelaskan, pihaknya telah menyediakan 13 posko keselamatan yang tersebar di berbagai titik, diantaranya Ciburial, Kamojang dan Ciwidey.

“Guna mengantisipasi kecelakaan lalin (lalu lintas) saat arus mudik, kami juga menyediakan ramp check di Cileunyi dan gate Tol Soroja. Selain itu, kami juga menyediakan mobil derek di Ciwidey dan sejumlah bus pengganti untuk para pemudik,” papar Zeis.

Baca juga:

Simak 5 Kiat Mudik Aman Menggunakan Angkutan Umum

 

Ia melanjutkan, guna menjaga keselamatan dan kelayakan bus, pihaknya menyediakan ramp check mobile dan telah melakukan pengecekan ke 10 pool bus di Kabupaten Bandung.

“Untuk hasilnya sendiri sebanyak 99 bus dinyatakan laik dan kami beri stiker. Pada pemeriksaan tersebut juga diketahui sebanyak 11 bus dinyatakan tidak laik beroperasi baik saat lebaran maupun hari biasa. Selain itu, kami juga menyiapkan bus pengganti bagi penumpang yang menaiki bus yang tidak laik jalan,” lanjutnya.

Untuk program mudik gratis, tambah kadishub, pihaknya sudah menyediakan tujuh bus yang terdiri dari bus besar, sedang dan elf dengan tujuan Semarang dan Solo.

“Program ini akan dilaksanakan tanggal 2 Juni mendatang yang insya Allah akan dilepas langsung oleh Bapak Bupati Dadang Naser. Dengan peminat yang banyak dan keterbatasan yang kami miliki, kami hanya memfasilitasi sebanyak 280 pemudik,” pungkasnya.***(Restu Sauqi)

Komentar