oleh

Evaluasi Hari Pertama PPDB : Siswa Diimbau Tidak Memaksakan Jika Antrean Masih Panjang

BandungKita.id, BANDUNG – Hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah SMA di Kota Bandung membeludak. Di SMA 24 Bandung, orang tua siswa harus rela antre sejak pukul 05.00 WIB dini hari.

Terkait hal itu, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 24 Kota Bandung, Usman Danu mengimbau orang tua calon peserta didik baru (CPDB)melihat suasana keramaian sebelum mendaftarkan anakanya pada hari kedua PPDB besok.

Pasalnya, di hari pertama PPDB SMA ini, banyak orang tua yang memaksa mendaftarkan anaknya di hari pertama, dengan alasan berpotensi besar bisa diterima. Padahal, hal itu bukan penentu.

“Diharapkan bapak-ibu yang mau daftar lihat dulu situasi dan kondisi. Seandainya sudah penuh di jalur tertentu, maka jangan memaksakan diri,” kata Usman saat ditemui BandungKita, Senin (17/6/2019).

Baca juga:

Pendaftaran PPDB di SMA Negeri 24 Bandung Membeludak, Masyarakat Datang Sejak Dini Hari

 

Usman Juga menekankan, agar orang tua calon peserta didik baru memenuhi segala persyaratan terutama berkas-berkas sehingga bisa memperlancar proses pelaksanaan PPDB di SMA tujuan.

“Bahkan kita juga mendapati beberapa peserta didik baru yang berkasnya belum dipenuhi oleh pihak SMP. Jadi ada beberapa berkas yang harus disiapkan oleh sekolah asalnya. akhirnya kita lagi yang menyiapkan itu,” ujarnya.

Usman mengatakan membeludaknya calon peserta didik baru di SMA Negeri 24 Kota Bandung sudah berlangsung setiap tahun, bahkan tak jarang kinerja panitia sering dikeluhkan oleh para calon peserta didik baru.

Usman menjelaskan, ada 300 kursi tunggu yang disediakan untuk calon peserta didik. SMA 24 Bandung juga menurunkan sebanyak 40 orang panitia. Namun hal itu tetap belum optimal mengatasi membeludaknya pendaftar.

“Pendaftarannya tidak hanya hari ini saja, tapi sampai hari Sabtu 22 Juni, sebelum ke sini lihat situasi, siapkan berkas yang belum tuntas, beru besok datang lagi,” kata Usman.

Baca juga:

Jalur Ekonomi Tidak Mampu Pada PPDB 2019 Dihapus, Disdik Jabar Masih Cari Solusi

 

Sementara itu, salah satu warga, Cecep (59) mengatakan, mestinya panitia melakukan pengecekan awal sebelum diberi nomor antrean sehingga tidak menghambat ketika ada pendaftar yang berkasnya belum terpenuhi.

“Tadi sebelum masuk harusnya dibagi nomor, tadi mah masuk dulu, batu di bagi nomer antrean, akhirnya yang baru datang merangsek nyerobot, mungkin ini hari pertama dan sistem ini baru tahun ini jadi belum paham,” kata Cecep.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Komentar