oleh

Musisi KBB Kecewa Pemkab Bandung Barat Tak Libatkan Musisi Lokal dalam Panggung Hiburan HUT ke-12

BandungKita.id, NGAMPRAH – Sejumlah musisi yang tergabung dalam Bengkel Musik Kabupaten Bandung Barat merasa kecewa terhadap Pemkab Bandung Barat.

Kekecewaan tersebut muncul karena tidak dilibatkannya para musisi dalam gelaran HUT KBB ke-12 pada beberapa hari ke belakang. Pemkab Bandung Barat dinilai lebih memilih mengundang musisi dari luar KBB untuk mengisi aksi panggung megah di Plaza Mekarsari dan Kota Baru Parahyangan tersebut.

“Kita tidak perlu event-event besar yang memakan dana APBD yang besar. Yang penting anak anak merasa di libatkan. Agar mereka merasa didukung dan diapresiasi oleh Pemerintahnya sendiri,” ujar Ketua Bengkel Musik Bandung Barat, Tongky kepada BandungKita.id, Rabu (26/6/2019).

Baca juga:

HUT Bandung Barat ke-12 : Meriah, Mewah, Namun Minim Substansi

 

Menurutnya, di Bandung Barat terdapat ratusan musisi baik berskala lokal, nasional, bahkan yang memiliki fans hingga internasional. Baik yang mayor label, indie, hingga band metal juga tidak kalah terkenal di dunia musik.

“Kita ini kan seperti ‘Tikus Mati di Lumbung Padi. Kalau lebih jauh menelaah arti Lumpat, ‘Lumampah Mawa Manfaat’, manfaat buat siapa? Buat musisi lokal manfaat gak? Itu mah manfaat untuk orang lain,” ungkapnya kesal.

Tongky mengatakan, sejumlah musisi yang komplain, mengaku sakit hati. Pasalnya, latihan yang sudah dijalankan selama satu tahun demi tampil di hari jadi Pemerintahan Daerahnya, tak juga mendapat panggung apresiasi.

“Kita latihan, persiapan setahun demi berharap bisa tampil di ultah KBB. Bukan masalah main tidak main, tapi seberapa dihargai oleh pemerintah sendiri,” tegasnya.

Baca juga:

Waduh! Stand Booth Untuk IKM di Acara Colour Run HUT KBB Dipungut Biaya Hingga Jutaan Rupiah

 

Sederet musisi nasional asal KBB meliputi Deden Gonzales dengan suara emas yang pernah satu panggung dengan Judika. Tirta Adilla, musisi yang sempat bergabung dengan Drive Band. Herman Husin eks Drummer Jamrud. Pia yang sempat mengambil posisi vokalis di band Uthopia. Knalpot Band yang sempat hits tahun ’90an akhir dan sejumlah musisi papan atas lain.

“Masih banyak lagi. Selain musisi band yang komplain sama saya. Musisi melayu, dangdut, pop sunda, terus asosiasi sound system juga mereka kecewa. Kita punya asosiasi sound system,” terang Tongky.

Kekecewaan Asosiasi Sound System KBB meledak saat tahu sound system yang digunakan saat acara HUT KBB tersebut bukan dari warga Bandung Barat.

“Di sini ada sound yang mampu dan sudah biasa menangani artis-artis besar skala nasional. Itu asli KBB. Mungkin EO-nya gak tau kalau di sini ada sound yang sekelas nasional,” tambahnya.

Dia menuturkan, jika sound saat ‘pesta rakyat’ merupakan sound dari KBB, perputaran ekonomi akan lebih terasa bagi warga KBB. Lanjutnya, mungkin manfaat pada jargonnya akan lebih bisa dirasakan oleh warganya.

“Untuk ke depan intinya, saling menjaga perasaan lah. Bukan hanya musisi saja yang kecewa sebenarnya, sejumlah seniman lain pun juga bersuara sama. Kecewa,” pungkasnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Komentar