by

Warga Terdampak Pembangunan Universitas Muhammadiyah Bandung Kecewa, Respon DLHK Dinilai Lamban

BandungKita.id, BANDUNG – Warga terdampak pembangunan Universitas Muhammadiyah Bandung, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung mengeluhkan lambannya respon Dinas Ligkungan Hidup Kota dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung dalam menanggapi keluhan.

Pasalnya, Sejak 1 Agustus lalu, warga terdampak sudah menyampaikan keluhan terkait pembangunan kampus tersebut ke DLHK Kota Bandung, kemudian dilakukan sidak proyek pada keesokan harinya. Namun, hingga saat ini warga belum mendapatkan informasi terbaru terkait hasil pengecekan tersebut.

“Bahkan saat pengecekan tersebut kami dijanjikan bisa ikut langsung meninjau proyek dan menunjukkan apa saja yang menjadi keluhan kami, namun pada pelaksanaannya kami sama sekali tidak ada informasi sebagaimana dijanjikan,” kata salah satu warga terdampak, Bunga (bukan nama sebenarnya).

BACA JUGA:

Gedung Sate Akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

 

Tak berhenti di sana, kekecewaan juga kembali dirasakan warga lantaran saat mencoba menemui kembali pihak DLHK warga sangat kesulitan, bahkan saat dihubungi melalui telepon seluler pihak DLHK tak kunjung menjawab.

“Kami melaporkan ke DLHK kota Bandung itu sebagai bentuk kepercayaan kami kepada pemerintah Kota Bandung, namun sejauh ini kami hampir merasa kecewa lantaran Respon yang diberikan oleh DLHK menurut kami masih mengecewakan,” ujar Bunga.

Belakangan, nomor kontak warga yang mengeluhkan dampak pembangunana bahkan di blokir pihak penerima pengaduan di DLHK Kota Bandung.

“Nomor saya juga diblokir sama yang waktu itu menerima pengaduan Kami entah kenapa,” tambahnya.

BACA JUGA:

Protes Tindakan Rasisme di Jawa Timur, Mahasiswa Papua Gelar Aksi di Depan Gedung Sate

 

Sementara itu diberitakan sebelumnya, warga terdampak lainnya, Kartiwa (bukan nama sebenarnya) mengatakan pihaknya sudah sangat terganggu dengan aktivitas pembangunan yang dilakukan Universitas Muhammadiyah lantaran menimbulkan berbagai dampak negatif.

“Hampir setiap saat kami rasakan itu debu masuk ke rumah, kemudian juga ada retak lantaran mesin yang beroperasi bahkan hingga larut malam, serta juga sampah yang dibuang sembarangan,” kata keluhnya.

Hingga berita ini dimuat, saat di kinformasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani belum memberikan jawaban. (Tito yoRohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment