by

Gara-gara Razia Polres Bandung di Pagi Hari, Antrean Kendaraan Mengular Panjang : Begini Reaksi Warga dan Pengguna Jalan

BandungKita.id, SOREANG – Para pengguna jalan di kawasan Warung Lobak hingga Katapang Kabupaten Bandung mengeluhkan aksi sejumlah polisi yang melakukan kegiatan razia kendaraan dalam rangka Operasi Patuh Lodaya pada pagi hari, di mana warga hendak beraktivitas seperti berangkat sekolah dan pergi ke kantor.

Pasalnya, aksi sejumlah polisi yang melakukan operasi pada jam-jam sibuk di pagi hari tersebut diduga menyebabkan kemacetan atau antrean kendaraan cukup panjang. Pantauan BandungKita.id antara pukul 06.30 hingga pukul 07.30 WIB, antrean kendaraan terlihat mengular hingga sekitar 1 kilometer mulai dari Bundaran Warung Lobak (Soreang) hingga kawasan Kecamatan Katapang atau arah ke Kopo Bandung.

Tak hanya mobil dan kendaraan besar yang terjebak kemacetan, ribuan sepeda motor pun tampak tak bergerak dan mengular cukup panjang. Kepadatan arus lalu lintas yang tak biasa ini dikeluhkan warga dan para pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun pengguna mobil.

Dian Firmansyah (38), warga Soreang mengaku kesal dengan aksi sejumlah polisi yang melakukan razia kendaraan pada pagi hari. Sebab, kata dia, banyaknya sepeda motor yang diberhentikan polisi justru menyebabkan antrean kendaraan panjang karena tersendat Operasi Patuh Lodaya yang dilakukan sejumlah polisi di dekat Pom Bensin Pangauban dan belokan Ceuri.

“Waduh ini gimana Pak Polisi, masa jam segini operasi. Ini kan orang lagi pada sibuk, ada yang mau sekolah, ada yang mau kerja. Ini malah bikin macet. Apalagi ini kan jalur utama menuju Bandung,” kata Dian dengan nada kesal saat ditemui BandungKita.id di kawasan Warung Lobak Katapang.

Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang di kawasan Bundaran Warung Lobak Katapang, Selasa (3/9/2019) pagi. Berdasarkan pantauan, kemacetan terlihat mulai dari kawasan Warung Lobak hingga Katapang yang diduga disebabkan akibat razia kendaraan oleh sejumlah polisi (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

 

Menurut Dian, biasanya antrean kendaraan di Warung Lobak hingga Katapang tidak pernah mengalami kemacetan separah yang terjadi pada Selasa (3/9/2019) pagi. Namun, karena terhalang banyaknya sepeda motor yang diberhentikan polisi, arus lalu lintas menjadi tersendat dan menyebabkan antrean kendaraan mengular.

Pengendara sepeda motor lainnya, Maman (40), juga tampak kesal setelah mengetahui ternyata yang menjadi biang kemacetan di kawasan Katapang adalah adanya kegiatan operasi yang dilakukan oleh sejumlah polisi dari Polres Bandung.

“Waduh masa jam segini (jam 7 kurang) sudah operasi. Padahal mah nanti agak siangan. Kasihan ini anak-anak yang mau sekolah bisa terlambat kalau macet kayak gini,” ujar Maman dalam bahasa Sunda.

Sambil menggerutu dan geleng-geleng kepala, ia dengan sinis menatap sejumlah polisi yang tengah memberhentikan sejumlah pengendara sepeda motor saat ia melintasi rombongan polisi dari Polres Bandung di kawasan belokan Ceuri, Katapang.

BACA JUGA :

Hari Pertama Operasi Patuh Lodaya 2019, Polres Bandung Catat 435 Pelanggaran

 

 

Mulai Gelar Operasi Patuh Lodaya, Ini Pelanggaran Sasaran Polda Jabar

 

“Saya bukannya takut ditilang, tapi kalau masih jam 7 udah razia mah atuh enggak bijak. Malah bikin macet,” kata Maman.

Nura Nuraeni (30), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Cangkuang yang mengantarkan anaknya sekolah ke daerah Katapang bahkan harus merelakan anaknya datang terlambat ke sekolah akibat terjebak antrean panjang mulai dari bundaran Warung Lobak hingga Katapang.

“Duuh tadi anak saya sampai terlambat masuk gara-gara macet parah akibat ada razia pagi-pagi. Biasanya dari Warung Lobak ke Katapang hanya 3-5 menit. Tapi tadi lebih dari 10 menit karena banyak motor yang diberhentikan dan menghalangi jalan. Tolong dong Polres Bandung kalau mau razia lihat-lihat waktu, jangan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang di kawasan Bundaran Warung Lobak Katapang, Selasa (3/9/2019) pagi. Berdasarkan pantauan, kemacetan terlihat mulai dari kawasan Warung Lobak hingga Katapang yang diduga disebabkan akibat razia kendaraan oleh sejumlah polisi (M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

 

Salah seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung yang enggan disebutkan namanya juga mengaku bingung dengan kegiatan razia kendaraan yang dilakukan sejumlah polisi pada pagi hari. Pria yang sedang bertugas di kawasan Bundaran Warung Lobak itu bahkan mengaku beberapa kali kena “semprot” pengguna jalan.

“Banyak yang nanya ke saya, aya naon kang? Saya bilang ada razia. Banyak pengguna jalan yang jadi marah-marah ke saya karena disangkanya razia dari Dishub yang bikin macet,” ujar petugas Dishub tersebut.

Berdasarkan pantauan BandungKita.id, kegiatan razia kendaraan oleh sejumlah anggota polisi Polres Bandung sudah dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Titik razia setidaknya berada di dua lokasi yakni di kawasan Warung Lobak sebrang minimarket dan setelah Pom Bensin Pangauban di Katapang.

Sejumlah polisi berpakaian lengkap dan mengenakan rompi berwarna hijau muda tampak memberhentikan sejumlah sepeda motor meski pengendara tampak mengenakan helm lengkap dan tidak melanggar lalu lintas. Sejumlah polisi yang mengenakan masker tampak sibuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan para pengendara.

Padahal, tak sedikit angkutan kota yang berhenti sembarangan atau mengetem di pinggir jalan yang padat dan di beberapa belokan untuk menunggu penumpang. Namun sejumlah polisi yang tampak sedang sibuk tampak tak menegur para pengemudi angkutan kota tersebut walau badan kendaraan mereka cukup menghambat arus lalu lintas terutama dari arah Warung Lobak atau arah Soreang menuju Katapang dan Kopo.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Polres Bandung terkait keluhan warga dan pengguna jalan tersebut. (M Zezen Zainal M)

Editor : M Zezen Zainal M

 

Comment