by

Sial! Dua Maling yang Sedang Memantau Rumah Kosong Dibekuk Satreskrim Polres Bandung

BandungKita.id, SOREANG – DS alias Pedro dan (YS) alias Powel tak bisa mengelak saat polisi menggeledah tas bawaannya yang berisi sejumlah barang, diduga digunakan untuk membobol rumah, kost-kostan, maupun toko yang dalam kondisi kosong.

Kedua orang asal Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung itu belakangan diketahui adalah maling profesional. Buktinya, berkat hasil penyelidikan polisi, dari tangan keduanya didapatkan puluhan barang hasil tindak kejahatannya.

 

BACA JUGA :

Sembilan Orang Komplotan Curanmor Dibekuk Satreskrim Polres Bandung, Kapolres: Para Pelaku Beraksi di 34 TKP

 

 

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengatakan, penangkapan kedua pelaku dilakukan setelah polisi mendapat laporan polisi adanya pencurian rumah kosong di Jalan Terusan Kopo, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung pada Kamis (10/10/2019).

“Penangkapan pelaku berawal saat petugas Satreskrim Polres Bandung melakukan patroli dan mencurigai bahwa dua pelaku tersebut sedang melirik-lirik sebuah toko kosong,” ujar Indra didampingi Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Agta Bhuwana di Mapolres Bandung, Rabu (16/10/2019).

Selanjutnya kata dia, petugas kemudian menginterogasi kedua pelaku. Saat dinterogasi, petugas juga menggeledah tas bawaan pelaku. Karena membawa benda-benda yang diduga digunakan untuk aksi jahatnya, petugas kemudian mengamankan pelaku.

“Akhirnya setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, petugas berhasil mengumpulkan barang bukti hasil curian kedua pelaku,” kata dia.

Barang bukti hasil curian kedua pelaku tersebut yaitu 16 laptop berbagai merek, 2 TV LCD merek LG, dan 4 unit CPU. Polisi juga menyita barang bukti. Adapun barang buktinya yaitu, 1 buah besi pencongkel ban, 1 buah astag leter T beserta mata astag, dan sepeda motor merek Honda Vario.

 

BACA JUGA :

LIPUTAN KHUSUS Bag-4 : Soal Usulan Hibah Rp 171 M, Bupati Dadang Naser Dinilai Lempar Batu Sembunyi Tangan

 

 

Menurut Indra, kedua pelaku memang menyasar rumah-rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya. Adapun modus operandinya, kata dia, pelaku berbagi peran. Yang satu melakukan pengamatan dan mengawasi situasi. Satunya lagi bertugas merusak kunci pintu dengan menggunakan besi pencongkel ban.

“Mereka lalu masuk ke rumah kosong itu kemudian mengambil barang-baramg elektronik. Hasil curiannya kemudian dijual. Nah penadahnya siapa? Sedang kita dalami,” katanya.

Kedua pelaku sendiri, kata dia, dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Keduanya terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Sementara itu, kapolres mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bandung untuk lebih waspada saat meninggalkan rumah. Agar lebih aman dan dapat terpantau, ia menyarankan agar menitipkan rumah kepada tetangga atau kepada ketua RT setempat.***(R Wisnu Saputra/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment