oleh

Siswa SMK Prakarya Internasional Ciptakan Line Follower Robot

BandungKita.id, BANDUNG – Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prakarya Internasional (PI) yang tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) robotik menciptakan inovasi terbaru.

Yakni, membuat Line Follower Robot atau Robot Pengikut Garis. Karya tersebut pun telah dilombakan pada Kompetisi Robot “SeeFest 2019” yang diadakan Telkom University dan berhasil melaju ke babak semifinal.

Ketiga siswa tersebut adalah Ari Saputra, Salman Al-Farisy Maulana, dan Arya Facheza. Mereka siswa kelas XI jurusan rekayasa perangkat lunak.

Ketua tim, Ari Saputra menjelaskan, sesuai namanya, dalam perlombaan tersebut, robot harus mengikuti garis hitam yang menempel di lintasan dalam waktu lima menit.

“Sebelumnya, kita juga diberi waktu 3 menit untuk persiapan. Jika terjadi eror saat lomba, kita juga diperbolehkan langsung memperbaikinya,” tutur Ari saat ditemui di SMK PI, Jln. Inhoftank No. 46-146, Kota Bandung, Senin (14/10/2019).

Namun, meski berhasil melaju ke babak semifinal, Ari dan tim merasa belum puas dengan pencapaian ini. Masih ada beberapa kendala yang harus diperbaiki guna menyempurnakan robot tersebut.

“Daya baterai harus ditambah dan bahan bannya licin. Itu hasil evaluasi dari lomba kemarin,” jelasnya.

Salam memaparkan, robot buatannya terdiri dari berbagai komponen. Yakni, arduino sebagai sistem pengontrol gerakan robot, sensor inframerah sebagai pendeteksi arah, baterai sebagai sumber energi, dan kabel jumper untuk menghubungkan komponen lain ke arduino dan ban.

BACA JUGA:

Baru Launching, Restoran Jigoku Ramen di Cibiru Terbakar

 

Anak-Anak Pengguna Gadget Lebih dari 4 Jam Perhari, Kemenkes: Matanya Berpotensi Rusak

 

 

Tertarik

Ari mengaku, alasannya mengikuti ekskul robotik berawal dari mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan yang diajarkan di sekolah.

“Waktu itu saya disuruh bikin project berbasis arduino. Jadi, sekalian aja ikut robotik karena penasaran juga,” ucapnya.

Sedangkan bagi Arya, keikutsertaannya pada ekskul tersebut berangkat dari kebiasaannya yang sering mengulik sesuatu.

“Saya suka bongkar pasang. Cabut pasang arduino itu kesukaan saya. Karena enggak ada kegiatan lain, jadi saya ikut ekskul ini,” ungkapnya.

Namun bagi Salman, keikutsertaannya di ekskul robotik ini berawal dari iseng semata. “Awalnya iseng, tapi setelah ikut ternyata nyaman. Saya jadi penasaran dan ketagihan sampai sekarang,” katanya.

Selain mengembangkan robot pengikut garis, sebagai tim, mereka pun telah merancang beberapa produk yang akan dikembangkan. Yakni, membuat drone, dispenser otomatis, dan smartclass. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)

Sumber: Disdik Jabar

Komentar