oleh

Polres Bandung Langsung Usut Aksi Penyerangan Pendukung Calon Kades Bandasari Kabupaten Bandung

BandungKita.id, KAB BANDUNG – Polres Bandung langsung menurunkan tim Inafis dan Satreskrim untuk mengusut dan menindaklanjuti aksi penyerangan disertai pengeroyokan terhadap salah seorang pendukung calon kades di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Seperti diberitakan BandungKita.id sebelumnya, seorang pendukung calon kades nomor 02 di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung diserang oleh oknum pendukung calon kades nomor 01. Peristiwa penyerangan itu terjadi karena adanya perbedaan pilihan calon kades.

Korban berinisial ES warga Kompleks Bumi Parahyangan Kencana Blok D RT 04/RW 10 Desa Bandasari adalah pendukung calon kades nomor 02, Agus Salim. Sedangkan para penyerang yang berjumlah lebih dari empat orang adalah pendukung calon kades 01, Tatan Suryana.

Berdasarkan pantauan BandungKita.id, belasan polisi berseragam maupun polisi berpakaian preman dari Polres Bandung langsung turun ke Desa Bandasari. Tampak mobil Inafis atau tim olah TKP dan Satreskrim Polres Bandung terparkir di halaman Kantor Desa Bandasari.

Tim Inafis atau tim olah TKP dan Satreskrim Polres Bandung mendatangi Kantor Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung untuk menindaklanjuti aksi penyerangan dan pengeroyokan terhadap salah seorang pendukung calon kades 02 Bandasari oleh oknum pendukung calon kades 01 (BandungKita.id)

 

Korban ES dan dua orang saksi kunci yang melihat peristiwa penyerangan dan pengeroyokan itu tampak dimintai keterangan oleh beberapa petugas kepolisian di Kantor Desa Bandasari. Mereka ditanya mengenai kronologis kejadiannya.

Usai diperiksa, korban ES dan dua saksi kemudian diminta hadir di Polres Bandung untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Supaya penanganannya lebih cepat. Dari polsek diambil alih Polres,” ujar seorang petugas kepolisian.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, petugas kepolisian tampak sudah mengantongi identitas para pelaku penyerangan dan pengeroyokan. Nama-nama yang diduga para pelaku pengeroyokan dikonfirmasi langsung kepada korban ES. Dan ES pun mengenali sejumlah pelaku.

BACA JUGA :

BREAKING NEWS : Diduga Gara-gara Beda Pilihan, Pendukung Calon Kades di Kabupaten Bandung Ini Dikeroyok Oknum Pendukung Calon Kades Lawan

 

 

Polres Bandung Terapkan Beberapa Pola Pengamanan Pilkades, Begini Penjelasan Kapolres

 

 

Korban pengeroyokan, ES sendiri secara resmi sudah membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian. ES juga sudah divisum dan melampirkan hasil visumnya sebagai barang bukti. Dua orang saksi yakni DDG dan AT juga sudah dimintai keterangan oleh polisi.

“Saya waktu kejadian sedang tidur lalu dibangunkan oleh istri karena di luar ada ribut-ribut dan berisik. Pas keluar rumah saya ditarik oleh salah seorang pelaku lalu ditanya “maneh ngadukung nomor dua”,” ujar ES menirukan omongan pelaku.

Begitu menjawab iya, tanpa basa-basi ES langsung dihajar oleh pelaku berinisal DB. Aksi pemukulan itu kemudian diikuti oleh tiga pelaku lainnya yang sudah mengerubungi korban ES.

“Saya langsung dipukul dari depan, belakang dan samping. Saya enggak tahu berapa orang yang mengeroyok saya, tapi kata saksi tadi ada sekitar empat orang yang ikut mukul. Kalau yang datang memang banyak,” kata ES.

Tim Inafis atau tim olah TKP dan Satreskrim Polres Bandung mendatangi Kantor Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung untuk menindaklanjuti aksi penyerangan dan pengeroyokan terhadap salah seorang pendukung calon kades 02 Bandasari oleh oknum pendukung calon kades 01 (BandungKita.id)

 

Pengakuan serupa juga disampaikan ES dan kedua saksi kepada petugas kepolisian dari Polres Bandung yang memeriksa mereka. Mereka kemudian diminta datang ke Mapolres Bandung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 

Polres Bandung Akan Berikan Tindakan Tegas

Sebelumnya Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengatakan ada delapan desa di Kabupaten Bandung yang menjadi perhatiannya. Kedelapan desa tersebut disorot betul oleh Polres Bandung karena disinyalir menjadi desa yang rawan konflik. Untuk pengamanannya, pihaknya menebalkan personel di delapan desa tersebut.

“Ada delapan desa yang rawan konflik. Tapi kami jauh-jauh hari sudah mengantisipasi dan saat pelaksanaan pemungutan suara, kami tebalkan pengamanannya,” kata dia.

Menurut Indra, petugas akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai SOP jika ada upaya-upaya yang membahayakan masyarakat umum maupun petugas saat berada di lapangan.

“Aturannya sudah jelas kalau ada pengacau, karena Indonesia negara hukum. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Linud 330 dan Lanud Sulaeman. Mereka akan terjun jika sewaktu-waktu kami butuh pengutaan personel saat adanya urgensi,” kata dia.(R Wisnu Saputra/BandungKita.id)

Komentar