oleh

West Java Festival 2019 Targetkan Raup Pendapatan Rp 50 Miliar Dalam Tiga Hari

BandungKita.id, BANDUNG – Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar) Iwan Darmawan mengatakan, Pemprov Jabar akan menggelar West Java Festival (WJF) 2019 selama 3 hari berturut-turut dari 1 hingga 3 November 2019 mendatang, di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung.

“Festival Jawa Barat ini, acaranya akan diisi karnaval, kuliner, exhibition atau pameran, expo dan lain-lain, sebagai persiapan di hari terakhir yakni Minggu tanggal 3 November akan langsung dilakukan launching untuk WJF 2020 mendatang,” kata Iwan selepas jadi narasumber pada acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Gedung Sate, Rabu (30/10/ 2019).

Iwan menjelaskan target dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan citra dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Dalam kegiatan itu juga rencananya akan dilaunching slogan Smiling West Java.

“Slogan ini maknanya adalah citra Jawa Barat itu Someah Hade Ka Semah, (Ramah pada pendatang),” kata Iwan.

 

BACA JUGA :

Sebanyak 27 Kabupaten/Kota Akan Tampilkan Produk Unggulan di PKJB

 

Ingin Tahu Perkembangan Nuklir? Ayo Kunjungi PSTNT BATAN di Bandung

 

 

Iwan menargetkan angka transaksi mencapai 5 miliar hanya untuk lokasi kegiatan WJF saja, namun untuk keseluruhan di wilayah Kota Bandung ditargetkan capai 50 miliar.

“Target pendapatan itu selama tiga hari. Adapun target kunjungan minimal 25 ribu orang, maksimalnya sekitar 200 ribu orang. Dan 70 persen dari itu adalah para milenial sedangkan sisanya ya usia campur,” kata Iwan.

Dengan target mayoritas pengunjung milenial, Iwan mengatakan kegiatan yang akan digelar juga mengusung konsep kekinian. Dimana dekorasi yang dimunculkan menitik beratkan pada kombinasi warna ornamen serta properti unik lainya.

“Mudah-mudahan dengan adanya kesempatan ini, para seniman di Jawa Barat yang baru-baru juga punya kesempatan yang sama untuk bisa tampil di depan publik,” kata Iwan. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar