Pidato Soal Enterpreneurship, Begini Cerita Sukses Rektor Unikom

BandungKita.id, BANDUNG – Menjadi mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut cerdas dalam menyelesaikan studi. Namun lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki kemandirian secara ekonomi atau skill enterpreneurship.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Eddy Soeryanto Soegoto saat pidato dalam kegiatan Entrepreneur for Young Generation di kampus Unikom, Rabu (27/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Eddy menceritakan kisah suksesnya saat menjadi mahasiswa sekaligus enterpreneurship dengan memulai bisnis mengajar atau les privat. Eddy Bercerita, mulanya Ia memiliki dua murid yang ia ajarkan 3 bidang studi yakni matematika, kimia dan fisika.

“Saya dulu saat mahasiswa tingkat satu, mengaja privat kana hobi di tiga studi yakni matematika, fisika, kimia. Murid saya dua orang anak kelas 1 SMA. Kemudian bertambah jadi 4 jadi 6 terus dari sesuatu yang kecil bisa tumbuh jadi banyak,” Kata Eddy.

BACA JUGA:

Optimalkan Program OVOC, 110 Relawan Patriot Desa Disebar ke Seluruh Jawa Barat

 

Sejak memulai les privat, meski dengan pendapatan yang kecil namun Eddy tidak lagi menerima kiriman dari orang tua lantaran sudah bisa membiayai kebutuhan sehari-hari. Seiring berjalan waktu, tes privat itu terus berkembang dan menjadi Lembaga Les Sains dengan murid 30 sampai 40 siswa.

“Saat itu sekitar tahun 80-an privat saya menjadi lembaga les sains, muridnya puluhan siswa. Kondisi keluarga yang memang sangat pas-pasan membuat saya terpacu untuk terus berkembang,” papar Eddy.

Tak hanya menghidupi kebutuhan pribadi, akhirnya adik kandung dari putra sulung 8 bersaudara itu pun turut dibiayai dari pendapatan tempat les yang dirintis Eddy.

“Kemudian dari lembaga les sains berkembang menjadi Lembaga Pelatihan Komputer Indonesia Jerman (LPKIJ), setelah itu sekitar tahun 1998 atau 1999 berdirilah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) kemudian merjer, dan pada tahun 2000 berdirilah Unikom ini,” kata Eddy.

BACA JUGA:

Serap Tenaga Kerja, Universitas Widyatama Gelar Job Fair

 

Atas perjuangan dan skill entrepreneur yang dimilikinya, hingga kini 4 dari delapan saudaranya sudah menjadi Doktor, 1 sedang menempiluh doktoral, dan 3 lainnya berpendidikan magister serta sarjana.

“Ini menjadi gambaran penting bahwa dengan era digital saat ini menjadi entrepreneur adalah keharusan sehingga kita bisa mendapat nilai lebih dan memberikan manfaat kepada saudara serta lingkungan kita,” papar Eddy. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor: Dian Aisyah

Comment