by

Viral! Dishub Bandung “Akang Gendang” Pengendara Motor, Begini Ceritanya

BandungKita.id, VIRAL – Baru-baru ini netizen dibuat heboh oleh video yang viral di sosial media, video itu berisi peringatan menggunakan lirik ‘Akang Gendang’ bagi pengendara motor yang berhenti di lampu merah Kota Bandung.

Video berurasi 1 menit 34 detik itu diunggah oleh akun Instagram @infobandungkota yang menampilkan rekaman dari kamera area traffic control system (ATCS) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung di Simpang Pahlawan Suci, Bandung.

BACA JUGA :

Selama PSBB, Dishub Jamin Angkutan Umum di Wilayah Bandung Raya Tetap Beroperasi

Dishub Terapkan DDS,Wali Kota Minta Pengusaha Parkir Tingkatkan Pelayanan

Viral..! Diduga Melanggar Jam Operasional Saat PSBB, Satpol PP Kota Bandung Geruduk Kafe di Jalan Cimanuk

Awalnya terdengar suara seorang wanita yang memperingatkan pengendara motor di lampu merah. Terlihat pengemudi motor yang membonceng pria berbaju kuning tak menggunakan helm. Peringatan untuk turun dari motor pun terdengar dengan menggunakan irama Akang Gendang.

“Selamat sore selamat datang di Simpang Pahlawan Suci Kami dari Dinas Perhubungan Kota Bandung mengimbau untuk kendaraan roda dua yang membawa penumpang tidak menggunakan helm silahkan untuk digunakan helmnya, jika anda membawa helm silahkan untuk digunakan. Namun jika tidak, silahkan ikuti arahan dari kami. Akang berkupluk kuning kalau saya bilang turun, turun ya. ‘ Akang gendang, turun, turun,” ujar suara peringatan petugas perempuan itu.

Bahkan, suara itu diiringi oleh alunan pukulan gendang. Tak hanya itu saja, terdengar lagi suara dari seorang pria yang kembali memperingatkan pengendara motor lain.

Pengendara motor tersebut tampak tak menggunakan helm. Ia tampil dengan menggunakan baju warna merah putih serta berhijab warna merah. Suara peringatan itu meminta agar pengendara berhijab merah itu mematikan motor untuk dituntun.

“Akang gendang tuntun tuntun tuntun, terima kasih telah mendengarkan arahan dari kami,” ujar pria tersebut.

Tak ayal, peringatan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Bandung itu menarik perhatian warganet.

Video tersebut diunggah di akun instagram Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan mendapat beragam komentar netizen yang terhibur hingga membuat lelucon ‘Akang gendang’.

@ayularas_purnamasari : “kocak.”

@ulyafrd : “Akang kendang klo saya blg banting motornya banting yah.”

@sabillasyahrani : “gemessshahahaha.”

@harhexa : “Bandung juaraaaaaa.”

@itshardi__: “KREATIV BGT NGAKAK.”

@mawar.putih09 : “Pagi2 ngakak denger lagu akang gendang.”

@lala_lyla18 : “Ya allah ngakak.”

BACA JUGA :

Viral! Kritik Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kepala Desa : Jangan Jadikan Pandemi Covid-19 Jadi Ajang Pencitraan

Bukan Pesanan Ridwan Kamil, Ini Penjelasan Acil Bimbo Soal Lagu Corona yang Disebut Dirilis 30 Tahun Lalu

Viral…! Kisah Warga Cipageran Asri Cimahi yang Gotong Royong Iuran Masak untuk Keluarga Pasien Covid-19

Saat dikonfirmasi, Andri Fernando Sijabat, S.S.T(TD), MM selaku Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung menyampaikan, video tersebut memang dibuat oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.

“Iya betul. Itu dibuat oleh operator ATCS kami,” ujar dia dikutip BandungKita.id dari Kompas.com Senin (27/7/2020).

Melansir dari situs Perhubungan Darat, Area Traffic Control System (ATCS) adalah suatu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan.

Sistem tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui optimasi dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan.

Andri menjelaskan video tersebut merupakan video pantauan CCTV lalu lintas di Simpang Pahlawan, Bandung yang kemudian disuarakan ulang untuk keperluan edukasi.

“Itu sebenernya video himbauan dari operator kami tapi kalimat dan soundnya itu di-dubbing ulang untuk kami post di akun IG resmi ATCS sebagai bahan kampanye keselamatan berlalu lintas,” terang dia.

Adapun untuk peringatan kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran saat di lampu merah pihaknya menyebut cara penyampaian tetap dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau peringatannya sesuai dengan SOP, kalau yang didubbing, sebagai bahan edukasi kepada masyarakat melalui medsos,” pungkasnya. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment