by

Tol Air Gagal Atasi Banjir di Kota Bandung⁣⁣, Begini Kata Mang Oded

BandungKita.id, BANDUNG – Sebagai upaya menangani banjir yang kerap terjadi, pada 2017 lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah membangun tol air di kawasan Gedebage, Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) dan Pagarsih. Namun kehadiran tol air tidak membantu, tiga kawasan tersebut tetap dilanda banjir ketika hujan deras.⁣⁣
⁣⁣
Pemkot Bandung membangun tol air di tiga titik, di Pasteur sepanjang 1,3 kilometer, Pagarsih 150 meter dan Gedebage 150 meter serta semuanya dilengkapi dengan dua mesin pompa air. Tiga tol air yang berada di bawah jalan utama tersebut dibangun ketika Walikota Bandung masih Ridwan Kamil, tujuanna untuk menuntaskan banjir yang menerjang setiap tahun.⁣⁣
⁣⁣
Sayangnya Bandung kembali dikepung banjir pada Kamis (24/12/2020) kemarin terutama di kawasan Gedebage, Pagarsih, Pasteur yang menjadi langganan banjir disetiap penghujung tahun. Ketinggian air pun mencapai satu meter sehingga melumpuhkan lalu lintas di tiga ruas jalan utama tersebut.

Bahkan sebelumnya tiga rumah ambruk akibat tergerus derasnya aliran Sungai Citepus di bantaran Sungai Citepus, Gang Citepus RT09 RW03 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar. Bukti bahwa kehadiran tiga tol air tersebut belum mampu untuk menuntaskan banjir.⁣⁣

BACA JUGA :

Kronologi Ambruknya 3 Rumah di Bantaran Sungai Citepus Astanaanyar

Dayeuhkolot Direndam Banjir 1,5 Meter, Warga Mengungsi Naik Perahu

Longsor Timbun 2 Rumah Warga di Lembang, Korban Hilang Belum Ditemukan
⁣⁣

Derasnya hujan dari hulu merupakan pekerjaan rumah bagi Pemkot Bandung terutama memaksimalkan peran tol air yang telah dibangun. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pun memastikan jika debit air dari aliran Sungai Citepus tidak deras, tol air masih bisa berjalan dengan baik sehingga genangan air cepat surut.⁣⁣
⁣⁣
“Jadi begini, sesungguhnya kalau hujan sebelumnya debit air tidak terlalu deras (tol air) sudah bagus. Tapi kalau besar, ya masih (banjir),” kata Oded saat meninjau kawasan Pasteur, Jumat, 25 Desember 2020.⁣⁣
⁣⁣
Oded menuturkan, pihaknya akan mengevakuasi fungsi tol air jika masih terjadi banjir terutama di tuga kawasan tersebut. Rencananya, tol air tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sumur imbuhan sebagai upaya untuk mengalirkan air langsung ke dalam tanah.⁣⁣
⁣⁣
“Disamping tol air, kita sedang mengupayakan sumur imbuhan dalam. Artinya upaya-upaya untuk menangani banjir itu kita lakukan dengan berbagai metodologi,” pungkas Oded dikutip dari Medcom. ⁣ (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment