by

Aliansi KPMP Sundawani Koti Mahatidana Geruduk Dinkes KBB

BandungKita.id, KBB – Massa dari Aliansi Komando Pejuang Merah Putih Sundawani Koti Mahatidana menggeruduk kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 24 Agustus 2021 siang.

Kedatangan mereka ke Dinkes KBB untuk mengklarifikasi dugaan penyalahgunaan dan pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) daerah Jabar pada pengadaan Sapras RS dan Puskesmas di KBB.

“Kami datang untuk mengklarifikasi hal tersebut kepada pihak Dinkes KBB,” ujarnya Ketua KPMP MC KKB, Deni, Selasa 24 Agustus 2021.

Deni mengatakan sempat dilakukan audiensi dengan pihak Dinkes KBB, namun mengalami deadlock. Hal ini terjadi karena Dinkes KBB tidak bisa menghadirkan pihak yang menangani terkait PEN.

Lanjutnya, dana sebesar Rp14,9 miliar tersebut digunakan untuk apa saja. Pasalnya, di KBB hanya ada dua kegiatan yakni Puskesmas dan juga Rumah Sakit.

“Tuntutan kami, minta pertanggungjawaban dari dana PEN yang disalurkan oleh Pemprov Jabar tahun 2020. Yang kami tahu di semua daerah di Jabar ini bermasalah dan kurang pengawasan. Itu yang kami pertanyakan, uang milik rakyat sebesar itu dikemanakan? Tadi audensi pun deadlock,” ucap Deni.

BACA JUGA:

Waduh! Pipa PDAM Tirtawening Bocor, Suplai Air Kota Bandung Bakal Terganggu

Catat! Berikut Aturan, Jadwal dan Lokasi Penerapan Ganjil Genap di Kota Cimahi

Vaksinasi Pertama Bagi Pelajar di KBB, Emil: Berjalan Baik Sesuai Prokes

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eisenhower Sitanggang mengaku belum bisa untuk merinci terkait penggunaan dana tersebut. Pasalnya akan dilakukan rapat internal guna memeriksa data dan menvalidasinya.

“Saya minta waktu, karena untuk memeriksa data. Mereka mengambil data dari provinsi. Kami juga butuh waktu memvalidasi kebenarannya,” ucapnya.

Sedangkan terkait dugaan adanya penyelewengan yang dialamatkan kepada pihaknya, ia mengaku sampai saat ini tidak ada temuan lembaga terkait.

“Tidak ada temuan dari APH. Kami punya instrumen negara yang bisa ditempuh. Setahu kami ini sudah ditangani oleh inspektorat. PEN untuk Proyek pembangunan di Puskesmas Ngamprah,” kata Eisenhower. (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id) ***

Editor: Faqih Rohman Syafei

Comment