by

Disdik Jabar Telusuri Kebenaran Kabar 150 Sekolah Jadi Klaster COVID-19

BandungKita.id, Bandung – Kabar munculnya klaster COVID-19 pada 150 sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Barat tengah ditelusuri oleh Dinas Pendidikan.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi mengatakan, telah menginstruksikan jajarannya untuk mengecek terkait kebenaran kabar yang tengah ramai diperbincangkan tersebut. Meski demikian, berdasarkan data internal Disdik Jabar hingga kini belum ditemukan adanya klaster COVID-19 pada sekolah.

“Yang ada laporan di level SD, SMP, MTS dan pesantren, Namun penyebarannya sedang kita cek dengan dinas kabupaten dan kota,” ujarnya, Jumat (24/9/2021).

Ia menerangkan, kabar tersebut menjadi perbincangan publik pasca muncul dari salah satu situs internet. Ketika dilakukan pengecekan pada situs tersebut, kini tidak bisa diakses.

“https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/home/survey-ptm-dashboard-spasial. Setelah kami telusuri dari data ini, tidak bisa diakses, kemudian saya konfirmasi di Kemendikbud dari teman yang ada di sana, saling tuduh antara data Pusdatin dan dari Pauddasmen, sehingga data di tutup, sementara kalau lihat data, keluarnya di di Pusdatin,” ucap Dedi.

BACA JUGA:

PTM Terbatas di Kota Bandung Sudah Bergulir, Pemkot Akan Pantau Pelaksanaannya

Hari Pertama PTM Terbatas di Kota Bandung, Sekda Klaim Berjalan Lancar

330 Sekolah di Kota Bandung Dinyatakan Siap Gelar PTM Terbatas

Sementara itu, di Kota Bandung dipastikan tidak ada klaster COVID-19 pada sekolah yang menggelar PTM. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna.

“Saya menerima bukti dari Kadisdik, Di Kota Bandung ini alhamdulilah nol, tidak ada klaster di sekolah,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, sekolah yang menggelar PTM di Kota Bandung bertambah jumlahnya menjadi 1.677. Sebelumnya, PTM digelar di 330 sekolah yang telah lolos verifikasi dan validasi.

“Artinya lebih dari 97 persen sekolah di Kota Bandung menggelar PTM,” pungkasnya. (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id) ***

Editor: Faqih Rohman Syafei

Comment