oleh

Duh, Rumah Karya Bung Karno di Bandung Ini Tak Terawat Bak Rumah Hantu

BandungKita.id, BANDUNG – Sebuah bangunan bersejarah yang terletak di persimpangan antara Jalan Gatot Subroto dan Jalan Malabar, Kota Bandung tampak kurang terawat dengan bentuk tak karuan. Bahkan bangunan berbentuk rumah tinggal tak berpenghuni itu lebih tambak bak rumah hantu tua.

Berdasarkan pantauan, bangunan yang dibangun oleh Bung Karno tersebut dipagari pembatas, bahkan terdapat coretan cat semprot pada pembatas tersebut. Karenanya sepintas, bangunan itu memang tak terlihat bersejarah.

Warga yang melintas bahkan menyebutnya sebagai rumah hantu karena kondisinya memang yang tidak terawat. Sekilas kesan angker menyelimuti rumah yang kabarnya pernah ditempati Presiden pertama RI, Ir Soekarno tersebut.

BACA JUGA :

Sumur Warga Cipamokolan Kota Bandung Tercemar Sungai Kotor

 

 

Dua Proyek Gedung Tak Berizin di Kota Bandung Terkesan Dibiarkan Pemkot, Sekda Ema : Saya Baru Tahu

 

 

Pagar pembatas setinggi 2 meter itu mengeliling bangunan yang dikenal dengan sebutan Rumah Kembar. Nyaris tak ada celah bagi siapa pun yang ingin melihat langsung kondisi bangunan tersebut.

Dinding bangunan tampak diselimuti plastik bening tebal. Dari sela-sela dinding sudah bermunculan rumput liar. Di bagian halaman, ilalang juga tumbuh subur membuat bangunan tersebut semakin terkesan kumuh.

Rumah karya Bung Karno di Jalan Gatot Subroto Kota Bandung tampak memprihatinkan dan tak terawat (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Berdasarkan informasi, pada 2018, bangunan tersebut sempat disegel Pemkot Bandung lantaran rumah yang sempat dihuni seorang pemilik itu diubah bentuk tanpa izin. Bahkan, cap segel warna kuning itu juga masih menempel, meski kini telah memudar.

Masih di bagian halaman, kerikil tampak membentuk gunung-gunung kecil. Di bagian samping tampak bata merah masih berderet rapi. Di bagian atap, baja ringan tampak terpasang disambung terpal biru yang bentuknya sudah tak karuan. Di bagian depan, gembok besar plus rantai juga kokoh mengikat gerbang. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar