oleh

Ketika Para Santri Belajar Akting Bersama Free Film Production UIN Bandung

BandungKita.id, BANDUNG – Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Assubkiyyah, Kampung Sodong, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung mulai 6-14 Juli 2019 lalu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Free Mengabdi yang dilaksanakan oleh komunitas Free Film Production. Free Film Production merupakan komunitas yang berada di bawah naungan jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Bandung. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menuangkan keahlian mereka di bidang broadcasting.

Free Mengabdi adalah program tahunan Free Film Production yang bertujuan untuk mengasah dan berbagai ilmu tentang dunia perfilman dan broadcasting kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapakan dapat semakin memupuk rasa kekeluargaan antar anggota Free Film Production.

Para santri Pondok Pesantren Assubkiyah, Kp Sodong, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung tampak antusias mengikuti kegiatan Free Film Production (foto: fitri miftahul jannah)

Ketua Pelaksana Free Mengabdi, Randy Aldiyatama Darmawan mengatakan dalam kegiatan tersebut anggota Free Film Production memberikan beberapa materi seputar dunia perfilman seperti materi praproduksi, materi produksi terdiri dari teknik pengambilan gambar dan materi pasca produksi. Materi disampaikan langsung oleh anggota Free Film Production.

“Karena kami jurusan komunikasi dan penyiaran Islam, maka kami memilih mengabdi di pondok pesantren. Materi diberikan kepada para santri di pondok pesantren tersebut,” ujar Randy.

BACA JUGA :

Senat UIN Bandung Minta Kampus Lebih Profesional Dalam Melaksanakan Penerimaan Mahasiswa Baru

 

Situs Pendaftaran Mahasiswa Baru UIN Bandung Eror, Calon Peserta Khawatir Tak Bisa Ikuti Tes

 

Selain memberikan materi perfilman melalui diskusi dalam forum group disscusion (FGD), Free Film juga melibatkan para santri dalam produksi film sebagai wadah aplikasi dan ekspresi para santri dari materi yang diberikan.

Meski merupakan hal baru bagi mereka, para santri tampak enjoy menikmati materi yang diberikan, terlebih ketika dilibatkan dalam proses produksi film dan belajar berakting. Para santri tampak antusias mengikuti setiap sesi materi dan proses pengambilan gambar.

“Melalui program ini kami ingin memotivasi dan membuka wawasan para santri bahwa berdakwah itu tidak hanya melalui mimbar, melainkan bisa menggunakan karya seni berupa film,” jelas Randy. (Fitri Miftahul Jannah/mg1)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar