by

5 Aplikasi Keren yang Wajib Dimiliki Warga Kota Bandung, Apa Saja?

BandungKita.id, BANDUNG – Kota Bandung dikenal sebagai kota maju yang banyak melahirkan inovasi untuk memberikan kemudahan bagi warganya. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun terus menciptakan sistem-sistem cerdas untuk melayani masyarakat.

Salah satunya adalah dengan menciptakan aplikasi-aplikasi berbasis website dan mobile dalam berbagai sektor. Mulai dari administrasi kependudukan hingga layanan gawat darurat.

Berikut adalah aplikasi-aplikasi yang wajib diunduh warga Bandung agar mendapatkan pelayanan yang cepat dan mudah dari Pemkot Bandung, apa saja? Check this out :

  1. BEAS
Ilustrasi – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Athalia Mutiara Laksmi menunjukkan aplikasi Hear Me yang dirancangnya. Aplikasi itu dirancang untuk menjembatani komunikasi orang non-difabel dengan orang tuli. (istimewa)

Bandung Emergency Application Support (BEAS) adalah aplikasi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk mengatasi situasi kegawatdaruratan. Aplikasi yang baru diluncurkan pada 26 November 2019 lalu. Aplikasi ini terintegrasi dengan layanan 119 dan sudah bisa diunduh di Play Store karena berbasis android.

BEAS dilengkapi dengan fitur tombol gawat darurat atau SOS yang jika disentuh sebanyak tiga kali akan langsung terhubung ke layanan panggilan darurat 119. Di pusat komando Public Safety Center, petugas yang telah siaga 24 jam 7 hari sepekan akan langsung mengontak nomor telepon yang sudah terdaftar untuk menindaklanjuti laporan.

BACA JUGA :

Bantu Komunikasi Difabel Tuli, Mahasiswa ITB ini Ciptakan Aplikasi “Hear Me”

Mulai 1 September, Pemesanan Tiket KA Lokal Bandung Hanya dapat Dilakukan Melalui Aplikasi KAI Access

Wakil Bupati Garut Resmikan ‘Jajap Garut’, Aplikasi Layanan Delivery Makanan dan Oleh-oleh

Sistem ini diperkuat dengan kesiagaan 13 mobil, 17 motor, dan 4 sepeda untuk menangani laporan situasi darurat.

Selain situasi darurat dengan mengetuk tombol SOS, warga juga bisa melaporkan kejadian yang dilihat melalui gambar. Ada fitur untuk melaporkan kecelakaan, kebakaran, serangan jantung, sakit keras, dan laporan gawat darurat lainnya. Selain mendeskripsikan dengan tulisan, aplikasi tersebut juga meminta pelapor untuk mengunggah gambar atau foto kejadian.

2. Bandung Panic Button

Aplikasi panic button (foto:m.techno.id)

Aplikasi Bandung Panic Button yang telah diluncurkan pada tahun 2015 kini semakin dapat diandalkan dalam situasi darurat. Sama halnya dengan BEAS, aplikasi ini juga menawarkan layanan gawat darurat dengan menyentuh tombol SOS yang tersedia pada halaman awal aplikasi tersebut. Bedanya, aplikasi ini terkoneksi dengan Bandung Command Center dan langsung terhubung dengan Tim Prabu Polrestabes Bandung.

Namun, tombol SOS ini hanya bisa digunakan di dalam wilayah Kota Bandung. Ketika pengguna berada di luar Kota Bandung, informasi dan fitur lain tetap dapat digunakan, seperti lokasi-lokasi pertolongan terdekat, yakni rumah sakit, bengkel, pom bensin, kantor kelurahan, dan kantor polisi

Pada saat mendaftarkan diri di aplikasi ini, kita akan dimintai nomor kontak keluarga terdekat. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengonfirmasian laporan manakala kita berada di situasi darurat.

3. Salaman

Ilustrasi aplikasi salaman (foto:net)

Salaman adalah kependekan dari Selesai Dalam Genggaman. Aplikasi berbasis website ini diluncurkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung untuk memudahkan layanan permohonan administrasi kependudukan. Salaman juga tersedia dalam bentuk aplikasi berbasis android.

Ada empat layanan yang bisa diakses melalui Salaman, yaitu Akta Kelahiran, Akta Kematian, Pindah Keluar, dan Kartu Identitas Anak. Dengan aplikasi ini, warga tidak harus lagi datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus berkas-berkas dan tak perlu berhadapan dengan calo.

Sebelum bisa menikmati aplikasi ini, warga Kota Bandung harus melakukan registrasi dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kepala Keluarga. Setelah proses registrasi selesai, pengguna bisa lanngsung mengunggah persyaratan untuk memperoleh dokumen yang dibutuhkan.

Pada laman berbasis web, aplikasi ini dapat diakses di https://disdukcapil.bandung.go.id/salaman

4. Bimma

Tampilan aplikasi Bimma (foto:net)

Bimma adalah kependekan dari Bandung Integrated Manpower Management Application, aplikasi terpadu untuk mencari kerja di Kota Bandung. Aplikasi berbasis web dan aplikasi Android ini berisi tentang informasi lowongan kerja yang dapat diakses oleh warga.

Berbeda dari aplikasi pencarian kerja lainnya, Bimma menawarkan lowongan untuk minimal pendidikan sejak SMA. Warga juga bisa memantau informasi pembukaan bursa kerja akbar yang sering diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung.

BACA JUGA :

Jadi Pilot Project Nasional Pengurangan Angka Pengangguran, Disnakertrans KBB Siapkan Terobosan Berupa Aplikasi Pencari Kerja : Apa Saja Kelebihannya?

Tiga Aplikasi Wisata Ini Hadirkan Kemudahan Berwisata di Jawa Barat

Berkat Hengky Kurniawan, Anak Muda KBB Rilis Start Up KBB Go : Ini Berbagai Kelebihannya

5. Arimbi

Arimbi adalah singkatan dari Aplikasi Realtime Berbagi Informasi. Sesuai dengan namanya, aplikasi berbasis website ini menampilkan data-data terkini di berbagai bidang. Saat ini, Arimbi sudah dapat menampilkan data harga-harga kebutuhan pokok masyarakat, jumlah ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, hingga jumlah kunjungan rumah sakit.

Arimbi merupakan bagian dari sistem keterbukaan data yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung. Selain Arimbi, Diskominfo juga menyediakan berbagai jenis data yang bisa diakses secara bebas oleh warga Kota Bandung.

Aplikasi Arimbi bisa diakses di data.bandung.go.id/arimbi/. Sedangkan data-data terkait Kota Bandung bisa diakses di data.bandung.go.id. Warga bahkan bisa melakukan permohonan data tertentu di ppid.bandung.go.id. Tak perlu khawatir tidak ditindaklanjuti. Tim Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) akan menindaklanjuti permohonan data maksimal 14 hari kerja, tergantung pada jenis data yang diminta.

So, tunggu apalagi? Unduh dan rasakan manfaatnya.(M Zezen Zainal M/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment