BandungKita,id,BANDUNG – Salah-satu aktivis Jarigan Progresif 98 Bandung, Iman Haris mendesak agar segera dilakukan pengusutan atas peristiwa tewasnya 554 petugas penyelanggaran pemilu serentak 2019.
Menurutnya, sebutan pahlawan demokrasi bagi korban tewas tersebut tidak semata menjadikan kasus tersebut seolah menguap begitu saja. Saling lempar tanggung jawab dan silat retorika para pemangku kebijakan cukup mencerminkan tidak adanya pihak yang beitikad baik menuntaskan persoalan.
“Angka 554 tak bisa dianggap sedikit, mereka manusia, anda tidak akan mengatakan korban jiwa kecelakaan akibat kelalaian seorang sopir bus sebagai pahlawan transportasi, atau korban jiwa kecelakaan kerja akibat kelalaian pimpinan proyek sebagai pahlawan konstruksi, jangan saling tuduh dan banyak versi tentang sebab jatuhnya para korban, tapi segera usut” kata Iman saat ditemui BandungKita, di kediamannya Kamis (9/5/2019).
BACA JUGA:
Jam Operasional Bandros Berubah dan Tetap Beroperasi Hingga H-1 Lebaran
Dugaan Penyerobotan Lahan TPU di Bojongloa Kidul, Begini Penuturan Ketua RT Setempat
Persoalan tersebut, kata Iman, perlu dilihat secara hubungan kausalitas atau sebab-akibat yang lebih dalam. isu yang kerap didengungkan bahwa ratusan petugas tersebut tewas karena kelalaian masih menyisakan dahaga publik, yang ingin melihat sejauh mana pemerintah bisa bertanggung jawab dalam perhelatan demokrasi, yang menelan biaya tidak kurang dari Rp 25,59 triliun tersebut.
“Setidaknya, kita berharap dilakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk membuktikan apakah timbulnya korban jiwa tersebut benar-benar dikarenakan kecelakaan yang tak terelakkan, atau diakibatkan adanya kelalaian, mereka adalah warga negara, yang berhak mendapatkan jaminan dan perlindungan hidup,” tegas Iman.
Banyaknya korban yang jatuh, kata Iman, ditengarai adanya kelalaian atau penecegahan yang tidak dilakukan pihak terkait sebelum penyelenggaraan pemilu berlangsung.
“Terdapat indikasi pelanggarahan HAM pada timbulnya begitu banyak korban jiwa ini? Karenanya, ini merupakan peristiwa luar biasa yang memerlukan perhatian dan penanganan segera. Lembaga-lembaga terkait, khususnya Komnas HAM,perlu segera menindaklanjuti kasus ini agar masyarakat bisa mendapatkan jawaban,” tandas Iman. (Tito Rahmatulloh/Bandungkita.id)
Editor: Dian Aisyah





Comment