“Mereka rata-rata pelajar, lebih dari 10 orang Lagi bikin bom molotov”
Bandung – Ketegangan demonstrasi di Kota Bandung pada Sabtu malam (30/8/2025) menyisakan cerita mencemaskan dari warga Tamansari. Seorang warga bernama Dai menyaksikan langsung sekelompok orang berpakaian serba hitam merakit bom molotov di sebuah warung milik tetangganya, tepat di seberang kampus Universitas Pasundan (Unpas).
“Saya lihat sekitar jam 9 sampai jam 10 malam, di warung seberang kampus,” ujar Dai saat ditemui di Jalan Tamansari, Selasa (2/9/2025). dikutup replubika,
Dai mengaku saat itu baru pulang dari rumah temannya di Jalan Wastukencana, dekat Hotel California, dan hendak menuju rumahnya di Gang Melur, Tamansari bawah. Namun akses gang dikunci oleh warga karena khawatir terjadi kericuhan. Di jalan menuju Kelurahan Tamansari, warga tengah membangun panggung sebagai bentuk antisipasi dan pengamanan.
Insiden ini terjadi di tengah demonstrasi yang berlangsung sejak sore hingga malam di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro. Massa berpakaian hitam sempat memblokade Jalan Ir. H. Djuanda dan Tamansari, memicu bentrokan dengan aparat.
Patroli gabungan dari Polrestabes Bandung dan TNI dikerahkan sekitar pukul 21.00 WIB. Aparat membubarkan massa dengan tembakan gas air mata, termasuk ke arah kampus Unpas yang menjadi titik kumpul demonstran. Polisi menyatakan tidak masuk ke dalam kampus, dan sweeping dilakukan oleh pihak keamanan internal.
Sebanyak 16 orang diamankan, sebagian bukan mahasiswa. Barang bukti yang ditemukan termasuk bom molotov, ganja, dan airsoft gun. Polisi juga menyita tangkapan layar ajakan berkumpul dan alat komunikasi digital.
Forkopimda Jawa Barat menyatakan pembubaran massa dilakukan sesuai instruksi nasional dan Perkap Kapolri No. 1 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Huru-Hara. Meski demikian, insiden ini memunculkan kekhawatiran warga akan potensi kekerasan dan penyalahgunaan ruang publik. (dhomz/BandungKita.id)





Comment